TERNATE (kalesang) – Palang Merah Remaja (PMR) adalah suatu organisasi binaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang berpusat di sekolah-sekolah ataupun kelompok-kelompok masyarakat.
Didirikannya PMR ini bertujuan membangun dan mengembangkan karakter kepalangmerahan agar siap menjadi relawan PMI di masa depan.
Wakil Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Fahri Retob mengatakan, pada umumnya PMR itu dibagi atas tiga tingkat, yakni PMR Mula, Madya dan PMR Wira.
PMR Mula, Fahri menjelaskan, adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar, biasanya berada pada umur 10-12 tahun. Sedangkan PMR Madya itu dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama atau umurnya berkisar 12-15 tahun.
Baca Juga: Ketua DPRD Maluku Utara Diduga Lecehkan Tenaga Kesehatan RSUD Chasan Boesorie Ternate
“PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas atau umurnya 15-17 tahun.” Kata Fahri dalam live Dialog Interaktif Bincang Kalesang, Jumat (20/1/2023).
Lanjut Fahri, adapun agenda PMR terletak pada Tribaktinya, yang kemudian dijabarkan dalam kegiatan PMR itu sendiri. Kata dia, jika berbicara PMR di Kota Ternate, tentunya berupaya untuk mengembangkan program-program yang bersentuhan langsung dengan pengembangan kapasitas anggota.

Meski demikian, Fahri mengaku, untuk PMR di dalam wilayah Kota Ternate masih berkonsentrasi pada tingkat PMR Madya dan Wira. Sementara untuk pengembangan PMR Mula pihaknya masih mengancang untuk melakukan pengembangan di tahun 2023.
Baca Juga: Tenggelam di Perairan Sofifi, Warga Desa Durian Tidore Meregang Nyawa
“Nanti kita akan mencoba merancang untuk pembentukan anggota PMR Mula di beberapa sekolah di Kota Ternate. Kalau untuk PMR Madya dan Wira belum semua sekolah di Kota Ternate yang mendaftar.” Ungkapnya.
Memang, kata Fahri, untuk pembentukan PMR tidak serta merta melakukan pembentukan begitu saja. Tetapi ada permintaan dari sekolah itu sendiri, sebab hal tersebut masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler.
“Jadi ada permintaan dulu dari sekolah, baru kita bisa bentuk.” Ujarnya.
Sementara, Ketua PMI Kota Ternate, Muhajirin Bailussy menyampaikan, memang hampir di semua sekolah di Kota Ternate telah mengenal apa itu PMR. Namun hal tersebut tetap harus disosialisasikan dari tahun ke tahun.
“Harus dilakukan secara berkelanjutan, khusus untuk sosialisasi. Tentu, secara masif untuk dikenal Palang Merah melalui PMR di sekolah-sekolah harus melakukan kegiatan-kegiatan sesuai tuntutan organisasi.” Kata Muhajirin.
Hampir setiap tahun, kata Muhajrin yang juga Ketua DPRD Kota Ternate itu, PMI selalu melakukan kegiatan-kegiatan di Kota Ternate. Bahkan jika ada kegiatan dari provinsi, PMI Kota Ternate juga ikut terlibat.
Di tahun 2023 ini, lanjutnya, dipastikan konsolidasi organisasi tetap berjalan. Kemudian penguatan kapasitas di tingkat PMR, sebab PMR suatu waktu akan menjadi relawan dan diberikan ruang untuk memimpin Palang Merah.
“Sehingga di tahun 2023 ini, arah tersebut tetap dilakukan pada penguatan kapasitas sumber daya anggota PMR dan tentunya mengarah ke leadership.” Sebutnya.
Tentu, kata Muhajrin, pengembangan lainnya dilihat dari Kota Ternate sendiri yang berkaitan dengan penanganan kebencanaan dan kemanusiaan harus dilakukan secara terus-menerus.
“Yang pasti PMI tidak terlepas dari misi kelembagaan atau organisasi adalah soal kemanusiaan.” Tandasnya.
Reporter: Rahmat Akrim/Sitti Mutmainnah
Redaktur: Junaidi Drakel
