Ini Alasan Ghozal Bangun Kedai Marsroom Coffee
Bangun Usaha Harus Punya Kemauan dan Aksi
TERNATE (kalesang) – “Kami melayani dengan kebahagiaan, yang merasa menikmati akan singgah, yang tidak cocok akan pergi. Sesederhana itu tanpa harus menghakimi”.
Kalimat di atas adalah caption yang diunggah di Instagram Marsroom Coffee. Sederhana, namun punya pemaknaan sendiri bagi mereka.
Marsroom, salah satu kedai kopi yang yang cukup diminati di kalangan anak muda di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Dengan desain ruang yang berkonsep industrial. Ruangan Marsroom sangat sederhana, tetap ada sentuhan gambar-gambar menarik ditempel di dinding.
Di dalamnya, terdapat beberapa ruangan yang dipisah. Sebab, ada ruangan yang tidak bisa merokok oleh pelanggan, karena full AC. Mereka siapkan ruangan tersendiri bagi perokok.
Ghozal Elfrido, pemilik Marsroom mengaku, awal bangun usahanya sejak 2019. Nama yang dipilih Ghozal ini dengan tujuan agar berbeda dengan yang lain. Kedai ini, ketika seseorang masuk ke dalam, bakal merasa seakan-akan sedang berada di luar angkasa.
Baca Juga: Kedai Sinar Gemilang dan UD. Kentjana Berhasil Memikat Hati Pelanggan
“Jadi, kalau ada yang datang ke Marsroom, seperti pergi ke tempat yang berbeda.” Kata Ghozal saat ditemui reporter kalesang.id, Senin (23/1/2023).
Lelaki kelahiran Kota Ternate 28 April 1995 itu mengatakan, bahwa dirinya tidak terlalu suka nongkrong. Karena, merasa tidak ada tempat yang cocok dan nyaman baginya.
“Makanya saya mencoba buka tempat sendiri yang bisa buat saya nyaman kalau sedang nongkrong.” Bebernya.
Untuk bangun kedai kopi, Ghozal akui, saat itu belum tertarik dengan dunia kopi. Hanya sesekali nongkrong bersama teman-teman. Sebagai seorang yang sudah jalankan sebuah usaha, Ghozal perlu banyak belajar tentang kopi, apalagi ia sendiri belum mahir dalam meracik kopi.
Hingga akhirnya di tahun 2020, Ghozal putuskan ikut sekolah kopi di ABCD School of Coffee. Banyak yang dipelajari dari sekolah tersebut, bukan hanya sekadar meracik kopi.
“Seseorang harus paham lebih dari itu.” Ungkapnya.
Dari kelas barista sampai kelas roasting hingga akhirnya ia juga bisa ikut kompetisi kopi terbesar di Indonesia pada waktu itu.
“Tentu, secara individu berkembang di industri kopi secara bertahap.” Katanya.
Lelaki satu anak itu bilang, memilih bangun usaha ini cukup menjanjikan, karena kalau diurut lebih jauh di sektor usaha, ini bisa melibatkan banyak pihak.
Baca Juga: Penikmat Kopi yang Satu Ini Berhasil Bangun Kedai Renjana Coffee Ternate
“Jika kita betul membangun industri ini seutuhnya bisa mengembangkan kebun kopi sendiri, maka akan membuat satu sektor ekonomi baru bagi masyarakat, apalagi sekarang jumlah kedai kopi di Ternate sudah sekitar 40.” Bebernya.
Lanjut suami Vivianti Rosalinda itu, ketika bangun usaha ini, banyak pihak yang terlibat dari awal prosesnya seperti Sandi owner kedai Kanan.space, Chullen owner Ompepa.
“Saya banyak dapat masukan dari mereka untuk bangun usaha ini. Karena mereka cukup punya pengalaman di dunia kopi, saya sering diskusi dan minta pendapat juga.” Katanya.
Ghozal menambahkan, Marsroom salah satu kedai kopi yang tidak terlalu kuat pada sisi pemasaran dengan menggunakan media sosial.
“Jadi tidak ada strategi khusus sebenarnya, yang kami jaga yaitu pada sisi minuman dan makanan kami.” Ujarnya.
Baca Juga: Pasutri Ini Sukses Bangun Kedai Kopi 66% di Kota Ternate
Selain itu, kata Ghozal, ia lebih memanfaatkan momen saat pelanggan berkunjung jika mereka puas pasti mereka akan kembali lagi.
“Biasanya pelanggan dengan sendirinya yang promosikan Marsroom dari mulut ke mulut, atau lewat sosial media mereka.” Tambahnya.
Walaupun bekerja di BUMN, Ghozal magakui bahwa harus lebih kuat dalam bangun usaha ini. Karena industri FnB merupakan salah satu industri yang rentan. Maka dari itu, ia harus lebih pintar mengatur managemen kedai miliknya.
“Bangun usaha ini tidak semudah yang kita lihat, kita juga harus kuat secara mental untuk hasil yang didapat setiap harinya.” Imbuhnya.
Marsroom sendiri punya minuman yang banyak dinikmati, yaitu minuman coffee based. Saat ini, Ghozal bersama istrinya sudah bangun kedai kopi yang sama, selain di Kota Ternate, ada juga di Tobelo Halmahera Utara. Dengan 20 karyawan. Ia berharap ke depannya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
“Untuk bangun usaha, harus punya kemauan dan aksi, saat sudah punya niat, sebaiknya langsung diikuti dengan langkah nyata, jangan biarkan niat kita hilang karena tidak ada aksi.” Pungkasnya. (tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
