Membaca Realitas

Pasutri Ini Sukses Bangun Kedai Kopi 66% di Kota Ternate

Riski: Teman Saya, Dio yang Membantu

TERNATE (kalesang) – Banyak kisah sukses para pengusaha muda di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang berani berjuang dari nol.

Cerita-cerita kesuksesan di Kota Ternate saat ini mulai diketahui satu per satu. Hampir rata-rata hanya modal nekat dan berani.

Tetapi membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Meskipun jatuh bangun dalam setiap proses.

Kali ini, kalesang.id coba menceritakan kisah dari pasangan suami istri (Pasutri), yakni Riski Arisandi dan Faujia M. Taha. Mereka berdua termasuk satu di antara anak muda yang sudah menggeluti dunia bisnis.

Baca Juga: 4 Sarjana Muda di Kota Ternate Patungan Bangun Kedai Kopi Titik Nol

Saat ini, mereka berdua telah sukses menjalankan kedai kopi 66% di Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.

Kedai kopi 66% ini pertama kali dibangun pada 8 Februari 2021. Ternyata, dunia bisnis tidak asing bagi mereka berdua.

Karena sebelum masuk ke usaha kopi, lelaki 23 tahun dan perempuan 24 tahun itu sudah lebih dulu bisnis pakaian di tahun 2018.

“Iya benar, kami lebih dulu jual pakaian. Waktu itu modal kita hanya Rp3 juta. Pakaian kami belanja di Bandung, baru dijual lagi di Ternate.” Kata Riski kepada kalesang.id, Jumat (13/1/2023).

Baca Juga: Bisnis Pakaian di Ternate Tutup, Abdullah Sandi Terjun ke Kedai Kanan.space

Riski mengatakan, di saat usaha pakaian, termasuk sangat laris. Awalnya berjalan lancar. Pemasukan yang didapatkan dari jual pakaian sudah lebih dari cukup.

“Usaha pakaian berjalan selama dua tahun lebih. Waktu itu saya dan istri belum menikah. Kami masih pacaran.” Ujarnya.

Dari hasil jual pakaian, Riski mengaku telah mencoba ke bisnis lain, yaitu Popchik Chicken di Kelurahan Salero.

“Usaha Popchik Chicken itu gunakan gerobak. Jadi kami beli empat unit gerobak.” Ujarnya.

Di saat bisnis Popchiken Chicken, lanjutnya, dia mencoba membangun kedai kopi. Karena kebetulan, waktu itu ayahnya dapat bantuan mesin kopi.

“Kami mencoba usaha Popchiken dan kedai kopi.” Ucapnya.

Ketika memilih usaha kedai kopi, Riski mengaku tidak tahu tentang kopi. Dia sendiri bukan orang yang pecinta kopi.

Baca Juga: Chullen Rela Jual Vespa Kesayangan Demi Usaha Kopi Om Pepa di Ternate

“Tapi Alhamdulillah, teman saya Dio yang sebelumnya sudah pernah menjadi barista mau membantu saya. Sekarang ada 5 karyawan yang bantu kami.” Terangnya.

Tentu, kata Riski, hingga saat ini lelaki kelahiran 6 Juni 1999 itu terus dapat dukungan dari keluarga, dan teman-teman dekat.  Segi pemasaran yang digunakan, ia lebih andalkan media sosial, Instagram, Go jek dan Grab. Selain itu, ia juga selalu membuat promo menu dan terus mencoba menu baru dan berinovasi.

”Untuk bangun usaha, hal yang terpenting adalah berani, namun perlu kesabaran, karena dunia usaha lebih banyak rugi dibandingkan untung.” Pungkasnya.

Sekadar diketahui, Riski dan Faujia putuskan hidup bersama atau menikah pada Oktober 2021.(tr-04)

 

Reporter: Siti Halima Duwila

Redaktur: Junaidi Drakel