Hobi Masak, Kakak Beradik di Kota Ternate Ini Bangun Usaha Kuliner
Ando: Sekarang Mau Tidak Mau Harus Pakai Media Sosial
TERNATE (kalesang) – Tidak semua kakak beradik mau sama-sama membuka usaha. Namun, di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara ada dua orang saudara yang berani lakukan usaha.
Mereka adalah Intan Passa dan Harianto Passa. Usaha mereka dikenal dengan eatersbox, yang merupakan kuliner cepat saji yang saat ini jadi trend di semua di Ternate
Intan Passa dan Harianto Passa selaku founder sekaligus owner eatersbox mengaku, bangun bisnis kuliner bersama karena kesenangan mereka pada dunia kuliner.
Bukan tanpa alasan bangun usaha ini, tetapi, Ando sapaan akrab Harianto mengaku ia dan kakak perempuannya ingin menciptakan cita rasa yang berbeda, sehingga memutuskan untuk menjajakan masakan mereka sejak tahun 2017.
Kata Ando, memaknai nama kedai mereka yakni “EatersBox” ialah Box-nya para pemakan/pelahap, dengan tagline “Happiness Box For Eaters” dengan harapan ada kebahagiaan dari setiap box yang diterima pelanggan.
Lelaki umur 26 tahun itu bercerita, awal bangun usaha ia dan kakaknya pakai sistem take away karena belum memiliki tempat yang tetap untuk jualan.
“Jadi, waktu itu kami masih jualan online, kemudian orang bisa langsung ke rumah atau menggunakan jasa pesan antar.” Ungkapnya saat ditemui reporter kalesang.id, Kamis (26/1/2023).
Lanjut Ando menu pertama yang dibuat oleh ia dan kakaknya yaitu burger dan balado. Seiring berjalannya perkembangan dunia kuliner, usaha dua saudara ini mulai banyak peminat.
Ando dan kakaknya tidak hanya bertahan dengan dua menu tersebut. Ada penambahan menu, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Banyak hal dapat kita ambil manfaatnya dari sosial media. Nonton sesuatu yang menarik agar kita termotivasi untuk tetap berinovasi dan berkembang.” Bebernya.
Baca Juga: Mm Hanum Kuliner Bagian dari Hidup
Untuk jalankan usaha ini, Ando dan kakaknya berbagi tugas. Iin (kakak) selaku Digital Marketer, adapun teknis dan operasionalnya Ando yang mengatur.
Untuk mencapai pelayanan semaksimal mungkin, dua kakak beradik ini banyak memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, juga Aplikasi Ojol sebagai sarana untuk menggapai pelanggan.
Namun, pelanggan bisa juga berkunjung di kedai mereka yang beralamat di Jl. Stadion, Ternate Tengah, Kota Ternate.
“Sekarang ini, mau tidak mau harus pakai media sosial, karena bisnis seperti ini harus lebih melihat peluang pasar yang ada.” Ujarnya.
Selain dari itu, lanjut Ando, bisnis kuliner di Kota Ternate berkembang sangat pesat. Jadi menetapkan konsep casual juga rasa yang unik, sehingga menciptakan karakter tersendiri di hati pelanggan.
“Jadi konsep kami itu lebih casual, dengan menggunakan foodpail juga lunchbox agar lebih mudah dan bisa dibawa kemana saja.” Jelasnya.
Baca Juga: Awal dari Jual Kue, Kini Produk Sarilaha Diminati Banyak Orang
Sejauh ini, sambung Ando, bangun usaha bersama kakaknya ini memang tidak mudah, berbagai macam hal telah dilalui. Misalnya dengan adanya Covid-19 kemarin.
“Waktu Covid-19 itu, kami lebih manfaatkan media sosial, yah karena sebelumnya sudah pakai media sosial. Makanya sudah banyak orang yang tahu.” Akuinya.
Dengan usaha yang terbilang maju saat ini, Ando dan kakaknya sudah mempekerjakan 10 karyawan dengan sistem kerja shift.
Ando mengaku, ia dan kakaknya selalu teliti dalam segala hal, misalnya soal rasa, tampilan kemasan, kebersihan, dan marketing. Jika ada komplen dari pelanggan, ia langsung sigap merespon dan memenuhi apa yang menjadi kendala atau kekurangannya.
“Ketika ada komplen dari pelanggan, langsung kami perbaiki permasalahannya. Mungkin dengan cara inilah pelanggan masih tetap stay bersama kami.” Tuturnya.
Ando juga menyarankan bagi siapapun yang ingin bangun usaha, harus lebih jeli melihat peluang pasar. Selain itu, harus paham ilmu marketing.
Bangun sebuah usaha, kata Ando, memang tidak seperti membalik telapak tangan, asalkan tidak terlibat dengan hutang riba.
“Kalau hutang riba, ketika jatuh, yang kita dapatkan adalah minus. Namun, jika dimulai atau mengawali usaha tanpa hutang serta riba, kemudian mengalami defisit bahkan sampai kembali ke nol, kita tidak akan kehilangan banyak hal.” Tutupnya.(tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
