Membaca Realitas

Mm Hanum Kuliner Bagian dari Hidup

Erna: Pemerintah Berikan Bantuan Harus Tepat Sasaran

TERNATE (kalesang) – Jauh-jauh datang dari Jember, Jawa Timur ke Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, untuk cari pekerjaan.

Tetapi, Erna Ningsi yang pada waktu itu masih berstatus single, akhirnya ketemu dengan Abdillah Alhadar, yang saat ini adalah suaminya.

Dengan pengalaman yang dimiliki oleh Erna, akhirnya di tahun 1999 mereka berdua putuskan untuk menjual sate di depan masjid Muhajrin.

Usaha itu berjalan selama dua tahun, namun karena ada satu dan lain hal, sehingga usaha tersebut tidak lagi dilanjutkan.

“Setelah berhenti jual sate, saya dan suami belum jualan lagi, yah cukup lama waktu itu.” Kata perempuan kelahiran 1976 itu saat ditemui reporter kalesang.id, Kamis (26/1/2023).

Seiring berjalannya waktu, Erna dan suami putuskan lagi buka toko di pasar Higienis, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah.

“Waktu itu, kita jualannya barang-barang plastik, seperti kotak makanan dan beberapa plastik lainnya. Sekitar 5 tahun.” Bebernya.

Namun, Erna dan suami harus libur untuk berjualan, karena ada perbaikan bangunan di pasar. Karena stok barang yang masih banyak, mau tidak mau Erna harus berjualan dari rumah dengan manfaatkan panggilan lewat telepon.

Baca Juga: Awal dari Jual Kue, Kini Produk Sarilaha Diminati Banyak Orang

“Memang waktu itu sudah ada langganan tetap, jadi kalau ada yang mau beli tinggal telepon, kami langsung antar ke rumah.” Katanya.

Cukup lama ia berjualan seperti itu. Hingga akhirnya, mereka menyewa tempat  untuk kembali berjualan di deretan toko yang ada di pasar Higienis tersebut.

Dengan kesempatan itu, Erna harus berhenti jualan, karena ia harus fokus untuk mengurus anak-anak yang masih butuh perhatiannya.

“Saya berinisiatif berjualan di rumah sambil jaga anak-anak.” Tambahnya.

Kemampuan memasak Erna sudah tidak diragukan lagi, sehingga ia putuskan untuk buka warung makanan yang menjual nasi kuning dan lontong sayur.

“Kalau jualan nasi kuning dan lontong sayur ini sudah masuk usia 15 tahun.” Tuturnya.

Dengan tekad dan kerja sama antara Erna dan suaminya, jualan cukup laris di lidah masyarakat Kota Ternate. Hingga punya pelanggan tetap.

Baca Juga: Jatuh Bangun Inayat Pertahankan Depot Nukila di Kota Ternate

Selain itu, Erna dengan segala idenya, ia pun coba-coba untuk buat oleh-oleh khas Kota Ternate pada tahun 2008. Yang saat ini beralamat di Tabahawa, Ternate, yang dikenal dengan nama Mm Hanum.

Menurutnya, untuk buat produk oleh-oleh tersebut tidak banyak memakan waktu. Jika permintaan banyak atau ada waktu senggang, ia manfaatkan hal tersebut.

“Untuk produk pertama, saya membuat abon ikan. Produk tersebut dititipkan di kantor Perikanan.” Ungkapnya.

Di perjalanan usahanya ini, Erna terus melakukan inovasi agar produknya tidak hanya satu saja. Ia mulai kembangkan terdapat 15 produk tersebut, yaitu biskuit kenari, permen kayu putih, abon ikan, bagea gula merah.

Selain itu, lanjut Erna, ada dabu-dabu roa, sambal roa, garampati toples, makaroni coklat kenari, bagea bawang putih, ngafi garo rica, makron kenari, kopi rempah dan kopi guraka.

“Saat ini, yang paling banyak diminati itu abon sama ikan garo rica.” Tutur ibu tiga anak itu.

Untuk pemasaran, ia lebih manfaatkan media sosial, dengan gunakan Gojek, Grab dan Bli-bli. Erna mengaku, untuk jualan online saat ini, yang paling laku di Bli-bli, karena banyak dibantu oleh Bank Indonesia (BI).

“Ada beberapa UMKM yang bermitra dengan BI. Alhamdulillah, sangat membantu kami dari segi pemasaran dan lain sebagainya.” Ujarnya.

Hal yang terpenting, kata Erna, dalam pertahankan sebuah usaha adalah soal kualitas rasa.

Baca Juga: Ini Alasan Ghozal Bangun Kedai Marsroom Coffee

“Pertahankan rasa dan kemasan yang menarik itu sangat penting bagi saya, rasa yang dari dulu saya tetap pertahankan.” Katanya.

Saat ini, Erna sudah punya 2 karyawan harian. Ia berharap ke depannya bisa membuka lapangan kerja bagi tetangga atau yang membutuhkan.

Bagi yang punya keinginan untuk bangun usaha, Erna bilang, jangan takut untuk melakukan hal yang sama. Namun, harus ada inovasi agar terlihat berbeda.

“Saya juga berharap kepada pemerintah, ketika berikan bantuan harus tepat sasaran.” Tandasnya.(tr-04)

 

 

Reporter: Siti Halima Duwila

Redaktur: Junaidi Drakel