Membaca Realitas

Lahan Pembangunan Bandara Loleo Tidore Belum Dibayar

Lima Pemilik Lahan Seluas 39.000 Meter Persegi Tunggu Pencairan

TIDORE (kalesang) – Pemerintah hingga saat ini belum juga membayar lahan warga yang telah dibebaskan untuk rencana pembangunan Bandara Internasional Loleo, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Muslihin, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tidore saat dikonfirmasi kalesang membenarkan hal tersebut.

“Iya benar, lahan itu hingga kini belum dibayar. Rencana awal di Desember 2022, namun tidak jadi sehingga target di Februari 2023 ini.”Ujar Muslihin.

Muslihin menjelaskan, lahan tersebut terdiri dari 9 bidang yang luasannya sebesar 39.000 meter persegi atau sekitar 4 hektar.

“9 bidang lahan itu pemiliknya kurang lebih 5 orang.” Ucapnya.

Berita Terkait: Pemprov Malut dan Pemkot Tikep Baru Siapkan 120 Hektare untuk Lahan Pembangunan Bandara

Lebih lanjut, disentil terkait besaran nilai beli dan jumlah yang harus digelontorkan pemerintah untuk melunasi lahan itu, Muslihin enggan berkomentar panjang.

“Kalau detilnya ke Disperkimtan Maluku Utara, walaupun saya masuk di dalam tim tapi mereka yang punya wewenang.”Katanya menutup.

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin

Redaktur: Wawan Kurniawan