Membaca Realitas

Rp6 Triliun DAU BLock Grant Maluku Utara Cair

Realisasi Paling Rendah di Pulau Taliabu

TERNATE (kalesang)– Dana Alokasi Umum (DAU) triwulan I tahun 2023 lingkup Maluku Utara telah disalurkan.

Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA II) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Maluku Utara, Andhika Lapepo mengatakan, jika dilihat dari sisi pengunaan, DAU terbagi menjadi dua, yakni DAU yang tidak tentukan penggunaanya atau Block Grant dan DAU yang ditentukan Spesific Grant.

Ia menjelaskan, untuk saat ini alokasi DAU yang telah disalurkan adalah DAU dengan penggunaanya tidak ditentukan oleh pemerintah pusat.

“DAU ini diserahkan ke Pemerintah daerah yang kegunaannya tidak ditentukan, penyaluran ini untuk periode Januari dan Februari.” Katanya, Senin (13/2/2023).

Lebih lanjut Andhika mengungkapkan, jika dibandingkan dengan penyaluran tahun 2022 lalu, alokasi total pagu DAU tahun 2023 untuk setiap Pemda di Maluku Utara mengalami peningkatan.

“Pagu meningkat, tahun 2022 itu total pagu Rp5 Triliun dan tahun 2023 meningkat jadi Rp6 Triliun.”Ungkapnya.

Ia merinci, untuk penyaluran di Kabupaten Halmahera Barat sebesar Rp55. 818. 930. 522 dengan total Pagu Rp475.330.173.000, Kabupaten Halmahera Selatan sebesar Rp74.188.176.000 dengan total Pagu Rp720.078.363.000, Kabupaten Halmahera Tengah Rp47.970.764.000 dengan total Pagu Rp429.375.395.000, Kabupaten Halmahera Timur senilai Rp50.527.672.000 dengan total Pagu 462.326.328.000, Kabupaten Halmahera Utara Rp54.693.286.000 dengan total Pagu Rp469.884.148.000.

Kemudian, Kepulauan Sula sebesar Rp56.232.672.000 dengan total Pagu Rp468.923.627.000, Pulau Morotai Rp41.891.636.254 dengan total Pagu Rp378.528.286.000, Pulau Taliabu senilai Rp33.086.948.000 dengan total Pagu Rp346.285.997.000, Kota Ternate sebanyak Rp84.179.940.000 dengan total Pagu Rp69.216.898.000, Kota Tidore Kepulauan Rp67.349.132.000 dengan total Pagu Rp523.326.935.000, dan untuk Provinsi Maluku Utara sebanyak Rp140.375.840.000 dengan total Pagu Rp1.266.274.528.000.

“Realisasi yang paling rendah itu di Pulau Taliabu.” Tandasnya.

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan