Membaca Realitas

Aktivitas Tambang di Maluku Utara Picu Pembukaan Lahan Hutan Primer

TERNATE (kalesang) – Dengan sejumlah potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia Provinsi Maluku Utara kerap menghadapi tantangan pembukaan lahan hutan primer.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Kota Ternate Ir. Lily Ishak mengungkapkan, potensi SDA di Maluku Utara seperti pertambangan menjadi pemicu eksploitasi pembukaan lahan hutan primer. Yang mana, hal itu akan berdampak ekosistem.

“Tambang telah memicu terjadinya pembukaan lahan hutan primer,  padahal jenis hutan primer harusnya dijaga.” Ungkapnya, Rabu (22/2/2023).

Meskipun memiliki benefit pada pertumbuhan ekonomi, pembukaan lahan hutan primer menimbulkan kerusakan yang tidak seharusnya terjadi pada kawasan lingkungan maupun hutan.

“Pertambangan mempengaruhi perkembangan ekonomi, tapi pembukaan lahan hutan primer tidak seharusnya timbul. Hal itu harus di minimalisir.”Katanya.

Lily mengatakan berdasarakan realita yang ia amati, aktivitas tambang di Maluku Utara saat ini tidak sesuai dengan prinsip Analisis dampak lingkungan (Amdal).

“Dalam kajian amdal itu ada ketentuan, bahwa pengguna lahan harus menimalisir dampak besar menjadi kecil yang akan terjadi, namun saat ini aktivitasnya tidak sesuai dengan amdal. Itu realitanya.” Tegasnya.

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan