Tim Teknis akan Lakukan Studi Batimetri di Dermaga Pulau Hiri Ternate
Anggaran dan Waktu Pekerjaan Potensi Bertambah
TERNATE (kalesang) – Pekerjaan dermaga penyeberangan Pulau Hiri di Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara, akan dilakukan studi atau penelitian Batimetri oleh tim teknis.
Studi Batimetri dimaksudkan guna mengetahui ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut, sehingga pemasangan atau penempatan tetrapod di dermaga Pulau Hiri nantinya tepat dan bisa digunakan dalam jangka panjang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib mengatakan, pengkajian yang dilakukan tim teknis ini agar pemasangan tetrapod lebih optimal atau maksimal.
Berita Terkait: Pemkot Ternate Bersama Masyarakat Tandatangani Kesepakatan Pembangunan Dermaga Pulau Hiri
“Jadi memang kami minta kepada tim teknis untuk melakukan studi kembali di dasar laut. Karena penyampaian tim ahli harus diteliti di dasar laut, sehingga penempatan tetrapod jangan sampai rusak atau pun lainnya.” Ucap Rus’an kepada kalesang.id, Jumat (24/2/2023).
Sebelumnya, lanjut Rus’an, pihaknya telah mencoba pengkajian atau melakukan percobaan pada tahun 2022, ketika memasang pemberat pada tetrapod, namun hal tersebut tidak bertahan lama.
“Kami juga pada pelaksanaan 2022 itu sudah pasang patok apung, hanya saja dia bertahan dua minggu. Saya perkirakan di lokasi itu bukan cuma ombak yang kuat, tapi juga arus. Kan kami pakai pemberat di bawah, kok bisa hilang.” Bebernya.

Maka dari itu, dia menambahkan, harus diteliti kembali secara optimal serta maksimal, dengan kata lain melakukan pemetaan di dasar laut. Meski begitu, Rus’an memastikan bahwa studi dasar laut tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama, tetapi secepatnya.
Berita Terkait: DPRD Kota Ternate Angkat Bicara Terkait Dermaga Hiri
“Bukan studi lama, tetapi secepatnya, dan tim teknis segera memberikan pertimbangan baik dari aspek teknis maupun biayanya.” Katanya.
Kalaupun nantinya dalam studi tersebut terdapat anggaran atau angka angggaran bertambah, kata Rus’an, sudah tentu Detail Engineering Design (DED) pada waktu pelaksanaan pekerjaannya akan berubah.
“Sudah pasti kalau angka anggaran bertambah, berarti berubah, dan itu Pemkot Ternate siap. Tim ahli sudah sampaikan kalau biaya besar, tentu konsekuensinya berbanding lurus dengan waktu pelaksanaan, itu normatif.” Ungkapnya.
“Kemungkinan bisa sampai dua tahun pelaksanaan, itu mungkin. Tapi itu nanti sesuai hasil studi pelaksanaan yang nantinya disampaikan tim teknis. Jadi kalau bertambah Rp15 – Rp20 miliar maka waktu pelaksanaan bertambah.” Sebut Rus’an.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Rizal Marsaoly menyebutkan, kalaupun terdapat tambahan anggaran, maka Pemkot Ternate bersedia.
Berita Terkait: Pemkot Ternate Didesak Percepat Proses Lelang Tetrapod Pelabuhan Hiri
“Kalau anggaran nanti kita bisa konsultasi dengan Banggar DPRD Kota Ternate, kalau cuma Rp10 miliar bisa, tinggal kita berkoordinasi.” Kata Rizal.
Terkait dengan waktu pelaksanaan pekerjaan yang kemungkinan bertambah, kata Rizal, hal itu bisa saja, tergantung sulit tidaknya metode pekerjaan, bisa saja waktu pekerjaannya bertambah.
“Kalau memang dia punya toleransi bisa saja tahun 2024 selesai. Tapi kalau hanya kejar, bisa saja tahun ini, namun tadi rapat kan yang berkembang lain, ada kesempatan-kesepakatan baru.” Tuturnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Aliansi Masyarakat Pulau Hiri (AMPUH), Wawan Ilyas mengemukakan, sesuai janji Pemkot Ternate yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) bahwa 2023 dermaga penyeberangan Pulau Hiri harus diselesaikan.
Berita Terkait: Tak Ada Kejelasan Dermaga Pembangunan Pulau Hiri, Masyarakat Geruduk Kantor Walikota Ternate
Dalam hasil rapat tersebut, kata Wawan, pihaknya tidak bersepakat bahwa pekerjaan tersebut nantinya akan diselesaikan pada tahun 2024, kalaupun terdapat penambahan anggaran.
“Kami selalu berpatokan di MoU itu, jadi kalau misalnya secara teknik tidak rasional, jika tidak diselesaikan tahun 2023. Kita juga nanti tunggu perhitungan berapa budget dari hasil studi tim ahli.” Pungkasnya.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
