Membaca Realitas

Ini Tiga Prodak DLH Kota Ternate yang Bahan Bakunya dari Pohon

 

TERNATE (kalesang) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Maluku Utara, telah mereduksi sampah organik menjadi tiga prodak. Bahan baku prodak tersebut dimanfaatkan dari potongan pohon penghijauan.

Bahan yang digunakan itu dinilai ramah lingkungan dan mudah didapatkan. Selain itu, sebagai bahan pengganti fosil dan bisa juga dimanfaatkan sebagai pupuk untuk bercocok tanam.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Ternate, Syarif Tjan mengatakan, seluruh sisa potongan pohon penghijauan di Kota Ternate tidak dibuang begitu saja. Tetapi akan dimanfaatkan menjadi barang berguna dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Akademi Kebidanan Wijaya Kusuma Ternate Bakal Tambah Program Studi Baru

“Seluruh pohon penghijauan, baik itu pohon mahoni, tanjung, angsana dan trembesi, jadi sisa pemotongannya akan kita manfaatkan di workshop. Kemudian kita olah menjadi barang berguna.” Kata Syarif kepada kalesang usai lakukan rapat bersama DPRD, Senin (27/2/2023).

Syarif menjelaskan, di dalam tubuh pohon memiliki karbondioksida yang cukup banyak, maka dari itu karbon itu harus ditanam dalam tanah, salah satunya biocards.

“Tiga prodak tersebut salah satunya biocards sebagai pupuk, arang aktif sebagai penyaring air dan biobriket sebagai bahan bakar pengganti fosil. Kita baru menghasilkan 100 kilogram per hari, nanti apabila ini sudah terukur, maka akan dilaunching oleh Pak Walikota Ternate. Namanya biobriket andalan, biocards andalan dan arang aktif andalan.” Pungkasnya.(tr-01)

 

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel