Membaca Realitas

Indri Manfaatkan Media Sosial untuk Jualan Online Sejak SMA

 

TERNATE (kalesang) – Untuk promosi sebuah produk, kini semakin maju dan sangat mudah hanya dengan mengandalkan gudget, seseorang bisa mendapatkan keuntungan meski hanya di rumah saja.

Media sosial saat ini, menjadi pilihan bagi banyak orang, terdapat beberapa media sosial yang menjadi sasaran bagi pelaku usaha untuk promosikan produk.

Tak heran, jika hanya di rumah saja bisa menghasilkan keuntungan dan tentunya bisa memenuhi kebutuhan sendiri.

Hal ini dilakukan oleh Indri Adelia, salah satu anak muda yang tinggal di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara.

Saat ini Indri mengenyam pendidikan di Universitas Khairun Ternate. Dia berjualan online sejak masih duduk di bangku SMA Negeri 4 Kota Ternate, di tahun 2018.

Baca Juga: Manfaatkan SDA, Ulfah Kamah Sukses dengan Modal Rp150 Ribu

Sebelumnya, Indri menceritakan, pertama kali mulai usaha ia diajak oleh kakak perempuannya, yaitu Lis.

“Awal itu kakak ajak untuk jualan online, dari situ saya diajarkan untuk manfaatkan media sosial, selain buat tugas sekolah, juga berjualan.” Kata Indri saat ditemui reporter kalesang.id. Rabu (1/3/2023).

Dengan ajakan positif itu, Indri makin tertarik agar manfaatkan media sosial untuk mendapatkan uang. Anak bungsu dari tiga bersaudara itu mengatakan, dirinya selalu diberi tanggung jawab agar lebih mandiri sejak kecil.

“Waktu masih SMA, saya bawa jualan ke sekolah. Sebenarnya itu cara saya agar bisa dilihat teman-teman yang lain, mungkin mereka bisa tertarik jika melihat langsung jualan saya.” Katanya.

Meski begitu, perempuan yang saat ini berumur 20 tahun itu sudah menikmati hasil kerja kerasnya tersebut sejak masih sekolah.

“Untuk pertama jualan, waktu itu masih pakaian dan sendal. Yang jadi sasaran adalah pakaian anak-anak muda. Pokoknya yang lagi viral saya pesan dan jual.” Ujarnya.

Dengan pribadi yang sangat humble, membuatnya terlihat santai. Walaupun teman-teman yang lain tidak seperti dirinya yang jualan di sekolah, asalkan uang didapat itu halal, membuatnya percaya diri dan bisa menabung tentunya.

“Keuntungan yang saya dapat bisa nabung. Uang semester masih dibantu orang tua. Namun, kebutuhan yang lain saya sudah bisa cukupi sendiri dengan hasil jualan online ini.” Tuturnya.

Baca Juga: Dari Jual Kue Musiman, Kini Punya Brand Sendiri

Saat ini, berjualan sudah menjadi rutinitas perempuan jurusan Perikanan di Unkhair itu, bahkan jika ke kampus ia selalu manfaatkan circle pertemanannya untuk membantu dirinya berjualan.

“Kadang kalau ke kampus saya bawa jualan saya. Pokoknya berbagai macam cara saya buat, biasanya saya nawarin dengan bayarnya nanti saja kalau sudah punya uang.” Bebernya.

Bagi Indri, jualan yang dilakukan oleh dia saat ini tidak perlu malu, yang terpenting adalah semangat, dan tekad kuat. Tanpa harus memikirkan perkataan orang lain yang negatif. Seiring waktu berjalan, saat ini jualan miliknya sudah mulai bertambah. Hal ini, karena ada permintaan dari konsumen.

“Sekarang ada aksesoris, tas, sepatu, pakaian dan macam-macam lainnya. Alhamdulillah kakak saya banyak membantu meski saat ini sudah di Makassar.” Katanya.

Tentunya, jualan online seperti ini, kata Indri tidak membutuhkan modal yang besar, asalkan memanfaatkan media sosial dengan baik dan lebih kreatif.

Saat ini, dengan banyaknya usaha online yang sudah menjamur di Kota Ternate, tak membuat anak kesayangan dari Seni Sutomo dan Sarni Kuadang itu patah semangat dan lebih kreatif dalam penjualan.

“Dulu kan masih sedikit yang jualan seperti saya. Namun sekarang lebih banyak. Jadi, untuk menarik konsumen saya selalu buat video konten yang kreatif dan juga ada give away.” Ucapnya.

Namun, terkadang penjualan tak semuanya laris manis, ia pernah merasakan produknya tidak terjual. Di situ, dukungan dari keluarganya tak pernah putus.

“Usaha seperti ini kan sangat baik dan alhamdulillah orang tua dan keluarga selalu jadi nomor satu.” Terangnya.

Baca Juga: Perempuan Berlatar Notaris Ini Bangun Usaha Dapur Nona Jo di Ternate

Meski disibukkan dengan kuliah, Indri juga aktif dalam berorganisasi, saat ini ia berkecimpung di salah satu komunitas yang fokus pada isu lingkungan hidup.

Sebagai anak kuliahan dan berjualan hanya secara online, jelas ada waktu-waktu tertentu seperti pagi ia harus upload jualan di story Instagram dan WhatsApp.

“Mulai pagi pukul 06:00 WIT atau lebih, saya upload story baru ke kampus dan malamnya saya live di Instagram. Jadi begitu keseharian saya ketika berjualan.” Ujarnya.

Untuk penjualan seperti ini, kata Indri, perlu kesabaran. Karena pasti ada yang beli. Intinya jika jual sudah pasti ada yang beli.

“Ke depannya saya punya harapan yang besar, mungkin seperti orang lain. Yang punya toko sendiri agar orang-orang bisa datang ke tempat jualan, tidak hanya di online saja.” Harapnya. (tr-04)

 

Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel