Membaca Realitas

Dari Jual Kue Musiman, Kini Punya Brand Sendiri

TERNATE (kalesang) – Untuk menjalankan usaha pertama-tama harus punya niat dan antusias yang tinggi terhadap apa yang akan dilakoni, agar usaha tersebut tidak jalan di tempat.

Tidak sedikit pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Ternate, Maluku Utara, masing-masing dari mereka punya cara sendiri agar menarik perhatian konsumen.

Ada banyak cara agar konsumen tertarik dengan hasil olahan yang dibuat oleh mereka, tidak hanya kualitas rasa yang pas, namun kemasan adalah daya tarik tersendiri bagi para pelaku UMKM dan konsumen.

Hal ini dilakukan oleh Hortenti Elisabeth Andaria, yang berkecimpung di dunia usaha kue sejak tahun 1995.

Alamat usaha milik Hortenti Elisabeth Andaria yang diberi nama Home Industri R-3 Ternate RezRioRy, tepatnya di Kelurahan Jati, Ternate Selatan.

Hortenti bercerita, sebelumnya ia hanya buat kue kering dan kue basah. Hal itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Setiap tahun jelang lebaran ataupun hari-hari besar, dirinya selalu menerima orderan kue kering yang banyak.

Tentu, untuk usaha ini sudah menjadi hal yang digemari oleh istri dari Burhanudin Rope. Yang banyak menghabiskan waktu di dapur berjam-jam untuk membuat olahan produknya tersebut.

Baca Juga: Manfaatkan SDA, Ulfah Kamah Sukses dengan Modal Rp150 Ribu

Meski hanya buat kue musiman, perempuan yang biasa disapa akrab Ona ini tidak membuatnya malas untuk belajar tentang dunia usaha kuliner yang satu ini.

Singkat cerita, perempuan dua anak ini putuskan di tahun 2021, mulai kembangkan usaha dengan modal yang dimilikinya. Beralih manfaatkan sumber daya alam yang lain.

“Untuk fokus di produk saya mulai dengan buat kripik singkong, modalnya saya simpan, sebungkus dibandrol dengan harga Rp20 ribu. Mulai dari situ saya tekuni terus.” Ungkapnya, Selasa (28/2/2023).

Kata Ona, untuk produknya ia lebih manfaatkan bahan-bahan yang mudah didapatkan ketika berkunjung ke pasar. Bagi dia, beberapa produk yang dibuat olehnya, sama seperti pelaku usaha yang lain. Namun, ia tetap optimis dengan apa yang dibuatnya saat ini. Karena, rezeki pasti ada ketika seseorang punya usaha.

Untuk olahan ikan yang dibuat oleh Ona, merupakan rahasia resep keluarga secara turun-temurun. Dengan pengolahan yang digunakan secara tradisional pun masih dijejaki olehnya hingga sekarang. Hal ini yang membuatnya selalu percaya diri dengan olahan tersebut.

“Untuk olahan ikan saya buat dengan dengan varian rasa, mulai dari original, manis dan pedas.” Ucapnya.

Kemudian, lanjut Ona, ada olahan kripik emping, kripik pisang dengan varian rasa, kripik singkong varian rasa, olahan kenari dan sambal roa.

“Jadi, kenapa saya buat banyak variasi. Sebenarnya agar lebih beda dengan produk yang lain, saya harus kreatif. Jadi satu olahan saya buat dengan varian rasa, supaya konsumen tidak bosan dan juga banyak pilihan.” Ujarnya.

Baca Juga: Menu Menarik Kedai Kopi The Manicos

Untuk penjualan, Ona memanfaatkan media sosial agar mudah dijangkau, seperti Instagram, WhatsApp dan Facebook.

“Usaha saya ini, hal yang pertama saya perhatikan adalah kemasan yang menarik, dan tentunya, harga harus sesuai dengan kantong. Untuk kualitas rasa saya sangat percaya diri dengan apa yang saya buat.” Bebernya.

Tentunya, yang membedakan dari produk yang lain, adalah beberapa produk miliknya sudah sepaket.

“Dalam satu kemasan itu sudah ada sambal dan kacang. Jadi, kasih bonus, harga miring. Saya selalu perhatikan kebersihan produk. Alhamdulillah rezeki berjalan lancar dengan apa yang saya buat saat ini.” Ujarnya.

Untuk usaha ini, Ona selalu mendapatkan dukungan dari sang suami. Dan anaknya yang pertama Reza selalu membantu untuk desain dan video agar lebih menarik.

“Semoga ke depannya pemasaran lebih luas dan bisa membantu orang lain yang mencari pekerjaan. Dan gunakan media sosial untuk bisa menghasilkan keuntungan.” Harapnya.(tr-04)

 

Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel