Aliansi Masyarakat Oba Ragu Komitmen DPRD Tidore Kepulauan Perjuangkan DOB Sofifi
Salah Satu Poin RDP Hingga Kini Belum Dilakukan
TIDORE (kalesang) – Aliansi Masyarakat Oba (AMOB) mempertanyakan sikap dan komitmen Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tidore Kepulauan dalam mengawal aspirasi masyarakat Oba.
Amob yang sejak awal memperjuangkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi, awalnya mendapat dukungan dan respon positif dari DPRD Tidore Kepulauan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Desember 2022 lalu.
“Saat RDP tanggal 27 Desember 2022 lalu itu, perjuangan ini mendapat respon positif dari DPRD Tidore Kepulauan.” Ungkap Sekretaris Amob, Ibrahim Jumati, Kamis (9/3/2023).
Ibrahim bilang, pihak DPRD Tidore Kepulauan juga dan bersedia mendorong agar rekomendasi persetujuan pelepasan wilayah Sofifi, sebagai upaya DOB Kota Sofifi secepatnya terealisasi.
Sambung Ibrahim, rapat yang memakan waktu hingga 3 jam itu menghasilkan kesepakatan, antaranya DPRD akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) menindaklanjuti aspirasi DOB Kota Sofifi, serta rapat lanjutan akan dilaksanakan Februari 2023.
Sayangnya hingga memasuki bulan ketiga 2023 agenda rapat tersebut belum juga terealisasi.
Amob secara kelembagaan lantas menyurat ke DPRD Tidore Kepulauan untuk mempertanyakan integritas dan komitmennya dalam menjalankan hasil RDP tersebut.
“Menurut kami secara regulasi, tidak ada lembaga di negeri ini yang menjadi tumpuan dan sandaran masyarakat dalam menjawab keresahannya selain dewan perwakilan rakyat.”Keluhnya.
DOB Kota Sofifi wilayahnya meliputi Desa Kaiyasa hingga Desa Nuku tersebut, saat ini masih merupakan wilayah administrasi Kota Tidore Kepulauan.
Dia membeberkan, berdasarkan peraturan pemerintah, terdapat 3 syarat pembentukan wilayah otonomi baru yakni syarat adminstrasi, syarat teknis dan syarat fisik. Yang belum terpenuhi sampai saat ini adalah syarat administrasi, dimana berhubungan dengan rekomendasi pelepasan wilayah oleh Pemerintah Tidore Kepulauan.
“Harapan besar kami, aspirasi ini dapat dijawab dengan hati nurani para anggota legislatif di Tidore dan semoga selama berdewan saudara-saudari menoreh sejarah baik yang akan dikenang oleh setiap generasi di Maluku Utara ini.” Tukas Ibrahim.
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Wawan Kurniawan
