Membaca Realitas

Gelar Reses, Ketua Komisi I DPRD Tidore Kepulauan Alokasi Anggaran Pokir Rp40 Juta Untuk Sanggar Rau Gabi Gurabunga

Ridwan: Semua Aspirasi Penting Namun Ada Skala Prioritas

TIDORE (kalesang) – Ketua Komisi I DPRD Tidore Kepulauan, Ridwan Moh Yamin alokasi anggaran pokok pikiran (Pokir) lewat bantuan hibah tahun anggaran 2023 sebesar Rp40 juta ke pengurus sanggar Rau Gabi Kelurahan Gurabunga, Kecamatan Tidore.

Ridwan kepada kelesang.id, mengatakan alokasi dana pokir itu, disampaikan saat dirinya melaksanakan reses di titik ketiga masa persidangan ke 2 anggota DPRD Tidore Kepulauan, yakni Kelurahan Gurabunga, Senin (20/3/2023) malam.

“Jadi saya melakukan pertemuan khusus dengan kelompok pemuda Gurabunga untuk membahasa terkait realisasi bantuan Hibah 2023 dari dana pokir saya sebesar Rp40 juta kepada pengurus Sanggar Rau Gabi.” Ujarnya, Selasa (21/3/2023) ketika dikonfirmasi via seluler.

Ia berharap melalui dana tersebut, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang kegiatan-kegiatan sanggar yang kerap berpartisipasi pada setiap event tersebut, selain di tingkat lokal juga mampu tembus ke jenjang nasional.

“Insha Allah kedepan, kita bisa realisasikan pembangunan sekretariat sanggar maupun pendopo latihan yang representatif sesuai dengan usulan dari mereka.” Tukasnya.

Tak hanya itu, dia juga memaparkan bahwa selain Gurabunga, dirinya juga melakukan reses di Lingkungan Talaga Kecamatan Tidore, Kelurahan Doyado, Tidore Timur, dan di Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore.

Di Kelurahan Doyado, kata dia, ada beberapa usulan yang masuk, namun menurutnya yang akan menjadi prioritasnya yaitu pembangunan sumur gali serta bantuan peralatan UMKM.

Begitu juga dengan Kelurahan Indonesiana. Kata dia, beberapa aspirasi masyarakat juga ia tampung.

Dia menambahkan, di Indonesiana ini pada usulan reses 2022 sudah direalisasi pada tahun anggaran 2023 dimana terdapat usulan pembangunan Jalan Rabat Beton di belakang Kantor Kejari Tidore sebesar Rp150 juta, dan pembangunan TPQ di kelurahan Indonesiana ditambah dengan jumlah anggaran Rp150 juta.

Ketika disentil terkait kepastian realisasi semua aspirasi yang diserap selama reses, dia bilang setiap usulan itu sifatnya sama, namun harus dilihat dari skala prioritasnya.

“Setiap usulan di reses itu semua penting, tetapi kita harus melihat mana yang lebih mendesak dan menjadi kebutuhan masyarakat untuk dimasukkan ke anggaran pokir.” Tandasnya.(PN)

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Wawan Kurniawan