Cegah Penipuan, BI Malut Minta Pedagang Rutin Periksa QRIS
QRIS yang Dipindai Harus Menampilkan Nama atau User Merchant yang Didatangi
TERNATE (kalesang) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara meminta para pedagang atau merchant agar rutin memeriksa Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Langkah tersebut harus dilakukan untuk memastikan keamanan QRIS agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menyusul berita di media sosial yang dihebohkan dengan aksi seorang pria yang viral setelah melakukan penipuan menempel stiker QRIS di masjid di Kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (6/4/2023).
Pria tersebut melakukan aksinya di Masjid Nurul Iman Blok M Square, Kebayoran Baru, dan Masjid Nurullah Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Aksi pria tersebut pun terekam CCTV saat melancarkan niatnya di dua masjid daerah Jakarta Selatan.
Menyingapi hal ini Kepala Perwakilan BI Maluku Utara R. Eko Adi Irianto menyampaikan sebagai langkah antisipasi dan pengawasan terkait munculnya dugaan aksi penipuan mengganti barcode QRIS, pihaknya bersama perbankan dan asosiasi telah melakukan pengawasan, namun peran merchant dalam melakukan pemeriksaan secara berkala pun sangat penting.
“Rekening yang memiliki QRIS itu tidak sembarangan, jadi merchant atau pemilik QRIS juga harus mengontrol.” Ungkapnya, Rabu (12/4/2023).
Tak hanya merchant, Eko juga mengimbau agar para konsumen di wilayah Maluku Utara lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi digital.
“Konsumen harus memastikan bahwa QRIS yang dipindai menampilkan nama atau user merchant yang didatangi, selama mencurigakan jangan melanjutkan transaksinya.” Jelasnya.
Ia menuturkan dengan adanya kasus tersebut, pihaknya bersama perbankan akan terus meningkatkan standar kehati-hatian.
“Standar kehati-hatian akan terus ditingkatkan oleh kami, PJSP, dan perbankan.” Pungkasnya.
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
