Membaca Realitas

Akademisi Minta Rencana Pelantikan Pejabat di Kecamatan Moti Tak Dibalur Politik

TERNATE (kalesang) – Rencananya Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bakal melakukan pelantikan pejabat eselon III dan IV di Kecamatan Moti, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini mematik taggapan berbagai pihak, salah satunya datang dari Yusri A. Boko, warga Moti yang juga akademisi di STKIP Kie Raha Ternate.

Yusri berharap rencana pihak Pemkot Ternate terkait rencana pelantikan pejabat eselon III dan IV terdiri dari lurah, kepala sekolah dan camat diharapkan tidak bermuatan politik.

Menurut Yusri, rencana Pemkot menggelar pelantikan mempertegas kalau Kecamatan Moti bagian dari Kota Ternate sama halnya dengan Kecamatan Hiri dan Batang Dua.

“Saya minta walikota agar pelantikan ini tidak bermuatan politik, mengingat pemilihan wali kota dan pemilihan legislatif DPRD semakin dekat.” Tegas Yusri Sabtu (15/4/2023).

Kata Yusri, Pemkot harus berpikir bahwa pelantikan pejabat eselon III dan IV lebih pada persoalan kinerja yang diukur melalui uji kepatutan dan bukan karena suka atau tidak suka.

“Saya berpandangan pelantikan lurah, Kepsek dan Camat harus dibuktikan melalui kualitas.”Kata mantan aktivis PMII cabang Kota Ternate ini.

Yusri menyebutkan, hampir sebagian besar lurah tidak memiliki program mandiri, apalagi program tersebut hanya berpatokan pada anggaran APBD. Pada hal Lurah harus punya program alternatif lebih ramah anggaran itu yang dipikirkan dan dijalankan.

“Selain itu, Walikota juga harus memanfaatkan pelantikan ini sebagai upaya mendorong transparansi penggunaan anggaran daerah, oleh pemerintah kelurahan yakni Lurah harus memiliki website.”Kata Yusril.

Karena ini menjamin tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah setempat. Dengan website semua program dan penggunaan anggaran bisa dikontrol dan diketahui oleh masyarakat, di kelurahan masing-masing karena ini era digital, jadi Lurah harus update.” Sebut Yusri.

Yusri menyarankan, Camat di Kecamatan Moti jangan hanya jadi “cadangan mati”, jadi alangkah baiknya yang menjadi Camat harus orang berpengalaman minimal melalui tes tertulis untuk jabatan ini, jangan asal buat nyaman walikota.

Untuk Kepala Sekolah kata Yusril harus menjalankan tugas sesuai Tupoksi mendorong peningkatan mutu di setiap jenjang, baik PAUD hingga SMP secara merata dan segala bentuk pelatihan untuk kopetensi guru harus dilaksanakan di tiga kecamatan terluar.

“Saya minta walikota harus melihat yang berprestasi jangan dibunuh yang banyak menciptakan peristiwa jangan juga dipelihara.”Tegas Yusri. (tr-02)

 

Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan