Waspada! Gunung Gamalama Maluku Utara Alami Peningkatan Aktivitas Kegempaan
Masyarakat dan Pengunjung atau Wisatawan Dilarang Mendekati Gunung pada Radius 1.5 Km
TERNATE (kalesang) – Gunung Gamalama Kota Ternate, Maluku Utara terpantau alami peningkatan kegempaan. Aktivitas gunung itu didominasi gempa tektonik jauh, tektonik lokal dan vulikanik dalam atau VA.
Kejadian gempa vulkanik dalam umumnya terekam 1-2 kejadian per hari. Hembusan asap kawah umumnya teramati berwarna putih tipis hingga tebal dengan tinggi 10-300 meter di atas puncak.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan mengatakan, pada 1 Mei 2023 terekam 11 kali gempa vulkanik dalam dan pada 2 Mei 2023 terekam 14 kali gempa vulkanik dalam.
Kemudian, lanjutnya, pada 3 Mei 2023 pukul 00.00 – 09.00 WIT terekam 5 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa vulkanik dangkal, 5 kali gempa hembusan, 1 kali gempa low frekuensi, dan 5 kali gempa tektonik jauh.
“Aktivitas hembusan kawah tanggal 1-3 Mei 2023 teramati hembusan asap kawah putih tipis dengan tinggi 50 – 100 meter.” Kata Hendra dalam keterangan yang diterima kalesang.id, Rabu (3/5/2023).
Secara umum, Hendra menambahkan, aktivitas Gunung Gamalama pada 1-3 Mei 2023 pukul 09.00 WIT cenderung fluktuatif dan masih didominasi oleh gempa vulkanik dalam dan gempa tektonik jauh yang berkaitan dengan aktivitas tektonik regional di sekitar Kepulauan Halmahera.
Jadi, kata dia, kondisi seperti di atas dan mengingat karateristik precursor erupsi Gunung Gamalama, maka potensi bahaya yang kemungkinan besar terjadi adalah erupsi freatik dengan ancaman bahaya untuk saat ini berupa Iontaran material dari kawah utama melanda wilayah dengan radius 1.5 km dari pusat erupsi.
“Kemudian hujan abu tipis dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung dari arah dan kecepatan angin.” Ujarnya.
Berdasarkan hasil pengamatan, Hendra menyampaikan, analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 3 Mei 2023 pukul 12.00 WIT, maka tingkat aktivitas Gunung Gamalama masih tetap pada level II, waspada.
Dengan demikian, dia merekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Gamalama dan pengunjung ataupun wisatawan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan atau mendekati gunung pada radius 1.5 km dari kawah atau puncak.
“Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar.” Pungkasnya.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
