TERNATE (kalesang) – Membangun bisnis dari hobi adalah impian setiap orang. Salah satu yang memilih jalur hobi jadi cuan adalah pemilik usaha kedai rumah makan yang diberi nama Dap.
Dalam membangun bisnis, pria yang bernama lengkap Safrizal Fuad dan istrinya Febriyana Kartika Sari ini punya perjalanan panjang hingga terbilang sukses dalam bisnis FnB atau jenis usaha yang fokus di bidang minuman dan makanan.
Pria yang akrab disapa Eza bercerita mulai bangun usahanya ini, berawal dari hobi yang ia geluti di dunia FnB sejak masih duduk di bangku kuliah di salah satu universitas di Bandung.
“Saya kuliah sambil kerja. Itu sejak akhir-akhir semester dan sudah masuk di dunia kuliner. Bahkan istri juga punya passion yang sama.” Kata Eza, saat ditemui reporter kalesang.id, Jumat (19/5/2023).
Kegemaran pria dua anak ini, terinspirasi untuk mulai dan terus semangat menjalankan bisnis kulinernya. Selain itu, hubungan pertemanan rupanya menjadi peluang baginya.
Setelah lulus kuliah, pria 32 tahun itu kembali ke Ternate di tahun 2017. Ia pernah berjualan di Universitas Khairun Ternate. Namun, tak bertahan lama. Dan pindah jualan gunakan gerobak milik temannya.
Dari gerobak tersebut, Eza mengaku, pendapatan kadang dalam sehari ia hanya mendapatkan Rp50 ribu hingga Rp100. Itu pun tak cukup ketika harus membayar karyawan. Menu yang dijual olehnya ayam geprek dan ayam taichan
“Awal-awal itu, pendapatan sangat sedikit. Setelah gunakan aplikasi gojek, pendapatan mulai bertambah. Saya juga gunakan Instagram sebagai media promosi.” Ujarnya.
Eza selalu percaya orang yang besar berawal dari yang kecil. Hal ini membuatnya tetap yakin dengan usaha yang dijalaninya tersebut.
“Bangun usaha kuliner seperti ini, sebenarnya kita harus konsisten. Tidak harus melulu pikirkan untung. Yang dipikir adalah rugi karena dari hal tersebut kita bisa lebih tahu konsekuensi ke depan.” Katanya.
Tak hanya itu, menurut Eza, hal penting juga adalah gali insight lewat pertemanan, sekaligus bisa melakukan riset apa yang digemari dan dibutuhkan oleh konsumen.
Dari gerobak sederhana dan hasil tabungan yang didapatkan, Eza dan istrinya buka usaha di rumah milik mereka di Tanah Tinggi, Kota Ternate Tengah, Maluku Utara. Dengan konsep industrial sederhana.
Selain makanan dan minuman yang enak. Konsep ruang pun harus menarik agar konsumen yang datang lebih betah. Karena baginya, orang-orang yang datang tidak hanya mencari makan. Namun, suasana pun harus menarik agar bisa foto-foto.
“Kebetulan rumah makan ini dekat dengan kampus Poltekkes Ternate, saya juga harus sesuaikan dengan isi dompet dan kebutuhan mahasiswa.” Bebernya.
Baginya, usaha seperti ini sudah menjamur di Kota Ternate, ia selalu hadirkan pelayanan terbaik pada setiap konsumen. Tentunya, konsep ruang juga harus menarik.
“Saya juga berharap ke depannya anak muda punya peluang besar untuk berbisnis dan pemerintah juga harus memberi ruang pada mereka.” Tandasnya.(tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
