Membaca Realitas

Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Gandeng TPID se Maluku Utara

Kelancaran Distribusi Komoditas jadi Fokus Utama

TERNATE (kalesang)– Upaya menekan angka inflasi Provinsi Maluku Utara terus dilakukan oleh berbagai pihak.

Sebelumnya, angka inflasi Kota Ternate pada awal tahun 2023 mencapai 5,71 persen. Yang mana, angka tersebut menjadi sorotan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian beberapa pekan lalu.

Untuk menekan angka inflasi, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Maluku Utara bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) menggelar Capacity Building dengan anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se Provinsi Maluku Utara di Sahid Bela Hotel, Kota Ternate.

Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Setian mengatakan tujuan digelarnya capacity building ini untuk menyamakan pemahaman. Sehingga, para TPID 10 kabupaten/kota dapat merancang program-program yang mengendalikan angka inflas di daerah masing-masing.

“Melalui capacity building ini nantinya TPID bisa menggerakan ekonomi di daerah masing-masing.” Katanya, Senin (26/6/2023).

Selain itu, ia menuturkan, setelah kegiatan ini diharapkan sejumlah kabupaten/kota Maluku Utara bisa menjadi penyuplay. Sebab, hingga saat ini 90 persen pasokan komoditas Maluku Utara berasal dari daerah lain, salah satunya Sulawesi.

“Ketika kita berbicara inflasi maka berhubungan dengan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. Diharapkan anggota tim TPID di kabupaten/kota bisa jadi penyuplay juga.” Jelasnya.

Setian mengungkapkan pada tahun 2023 ini, fokus utama pihaknya dan TPID Kota Ternate komponen kelancaran distribusi komoditas.

“Kelancaran distribusi komoditas menjadi fokus utama, namun juga memikirkan bagaimana kita memproduksi sendiri.” Pungkasnya.

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan