Gelar Sharing Session, BEM Unkhair Ternate Bahas Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara
TERNATE (kalesang)– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun (Unkhair) Kota Ternate menggelar Sharing Session bertajuk Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Maluku Utara, Selasa (15/8/2023).
Sharing Session yang menghadirkan sejumlah perwakilan kepala daerah kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi PDI-P Irine Yusiana Roba Putri sebagai narasumber itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-59 Unkhair.
Kepada Kalesang.id, Presiden BEM Unkhair Junaidi Ibrahim menuturkan Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia yang menjadi tema Sharing Session merupakan hasil kajian dan diskusi di internal pihaknya.
“Menurut kami kedua hal yakni pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia khususnya pada sektor pendidikan di Maluku Utara itu tidak seimbang.” Jelasnya.
Ia bilang tindak lanjut Sharing Session akan dirangkum dalam rekomendasi untuk diberikan kepada kepala daerah.
“Hasilnya dipastikan akan ditindak lanjut dan diserahkan ke Pemda.” Tuturnya.
Dalam penyampainnya Junaidi juga mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap 10 kepala daerah kabupaten/kota yang tidak menghadiri kegiatan ini, dan perwakilan pun hanya dihadiri oleh 4 kabupaten/kota yakni Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Pulau Morotai, dan Kabupaten Halmahera Tengah.
“Ketidakhadiran bupati dan walikota hari ini menunjukkan ketidakseriusan dalam membenah pendidikan Maluku Utara.” Ungkapnya.
Ditempat yang sama, Rektor Unkhair M. Ridha Ajam, M.Hum berharap melalui Sharing Session ini, mahasiswa Unkhair tetap menjaga karakteristik kepemimpinan yang mempunyai visi besar untuk perubahan Provinsi Maluku Utara.
“Saya sangat apresiasi dengan mahasiswa karena tak hanya berpikir hal yang terjadi di lingkungan kampus saja, mereka sudah berbicara soal daerah.”
Untuk itu, ia meminta kepada seluruh stakeholder dapat meluangkan waktu jika diundang oleh mahasiswa. Sebab, baginya isu yang dibahas oleh mahasiswa adalah isu bersama.
“Mari kita dukung, kegiatan mahasiswa tidak saja berorientasi pada hal-hal pragmatis tetapi lebih substantif, maka itu jangan menolak jika diundang mahasiswa untuk diskusi.” Pungkasnya.
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
