Membaca Realitas

Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Maluku Utara Naik

Salah Satu Faktornya adalah Masalah Ekonomi

 

TERNATE (kalesang) – Ketua Muslimah Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara, Rosita Alting sebut angka kekerasan perempuan dan anak mengalami kenaikan.

Rosita mengatakan, angka tersebut terhitung sejak Januari hingga Juli 2023 sebanyak 153 kasus, penyebabnya adalah persoalan ekonomi.

Tidak hanya itu, lanjutnya, ada juga persoalan lainnya terkait dengan faktor internal, terutama kehidupan domestik rumah tangga yang juga menjadi pemicu sangat besar.

“Misalnya para suami kehilangan pekerjaan dan ibu rumah tangga kehilangan kesabaran, sehingga menghadapi situasi yang begitu sulit.” Kata Rosita, Jumat (18/8/2023).

Baca Juga: Plt Kadis PUPR Maluku Utara Pastikan 21 Proyek Multi Years Selesai Desember

Kemudian, Rosita menambahkan, hal lain yang menjadi penyebabnya adalah faktor relegius. Di mana, kesadaran dan keagamaan itu juga menjadi rendah, karena keiklasan dan kesabaran mulai terkikis.

“Minimnya pendidikan juga salah satu faktornya, sehingga pengetahuan menjadi rendah. Orang tidak sadar apa yang dilakukan ini adalah perbuatan yang masuk dalam ranah hukum.” Ucapnya.

Tentu, kata dia, angka kekerasan ini terus naik karena pengaruh persoalan sosial budaya. Jadi, banyak kasus kekerasan perempuan dan anak yang sering melakukan pembaiaran.

“Orang sering menganggap itu hal yang biasa saja, karena berkaitan dengan persoalan rumah tangga, privasi orang sehingga dibiarkan begitu saja. Kebiasaan ini yang harus kita hilangkan.” Tandasnya.(tr-01)

 

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel