Membaca Realitas

Dinas Kesehatan Klaim Ternate Bebas Penyakit Kaki Gajah Sejak 2017

TERNATE (kalesang)– Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara telah mencapai status eliminasi filariasis atau penyakit kaki gajah sejak 2017 lalu.

Penyakit kaki gajah Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. Filariasis di Indonesia disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu, Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori.

Infeksi bakteri berulang akan menyebabkan serangan akut berulangsehingga menimbulkan berbagai gejala klinis seperti peradangan oleh cacing dewasa dan gejala peradangan umum, berupa demam, sakit kepala, sakit otot, dan rasa lemah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Ternate dr. Wirda Albaar mengungkapkan pada Kamis (29/8/2023) kemarin pihak menerima laporan adanya pasien kaki gajah oleh Puskemas Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua. Namun, setelah dilakukan ditandaklanjut, pasien tersebut merupakan masyarakat Kabupaten Halmahera Utara.

“Kasus kaki gajah di Ternate tidak ada kasus sejak 2017. Temuan pasien kaki gajah di Kelurahan Tifure saat kegiatan pelacakan deteksi dini  kemarin adalah pasien kaki gajah dari Halmahera Utara sejak 2 tahun lalu, dia kebetulan sedang berkunjung ke keluarganya di Mayau.” Ungkapnya kepada kalesang.id, Rabu (30/8/2023).

Ia menuturkan, setelah mengetahui asal pasien itu, pihakya telah menindaklanjuti sesuai Prosedur Tetap (Protap) tata laksana penemuan kasus kaki gajah.

“Kasus ini juga sudah pernah ditangani oleh Kabupaten Halmahera Utara, dan kasus temuan pendatang dengan kaki gajah ini tidak menular ke masyarakat sekitar, jadi ini bukan kasus kejadian luar biasa.” Jelasnya.

Meskipun telah eliminasi kasus, dr. Wirda mengaku petugas Promosi Kesehatan (Promkes) puskesmas dan dokter rutin melaksakan kegiatan penyuluhan pemberian informasi dan edukasi tentang penyakit kaki gajah.

“Penanganan penderita dalam penanggulangan kaki gajah bertujuan untuk mencegah dan membatasi kecacatan, agar penderita mampu hidup lebih baik serta dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat, baik sosial maupun sosial.” Tututpnya.

Reporter: Sitti Muthmainnah

Redaktur: Wawan Kurniawan