Membaca Realitas

Atasi PAD, Pemkot Ternate Optimalkan Retribusi Pasar Secara Digitalisasi

TERNATE (kalesang) – Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Ternate dan PT. IMM terkait pengelolaan retribusi pasar secara digitalisasi sedang dalam tahapan. Kerja sama tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi masalah PAD.

“Pembahasan PKS antara Pemkot dan PT IMM terkait pengelolaan retribusi pasar menggunakan peralatan EFD itu Alhamdulillah sudah dilaksanakan (dibahas) bersama DPRD dan pihak ketiga.” Ujar Kabag Kerjasama Sekretariat Daerah Kota Ternate, Chaerul Saleh, Rabu (20/9/2023).

Chaerul mengemukakan, setelah draft PKS itu dibahas, pihaknya tinggal menunggu persetujuan DPRD, dimana persetujuan itu akan menjadi rujukan untuk melaksanakan kerja sama sesuai ketentuan dari Kemendagri Republik Indonesia.

Sistem kerja sama itu, lanjutnya, berlangsung selama 3 tahun. Dalam masa itu, pihak ketiga mendampingi, melakukan pelatihan, dan menyiapkan alat serta penyiapan database pedagang.

BACA JUGA: PAD Ternate Jalan di Tempat, DPRD Kritik Pemkot

“Jadi Pemkot akan membayar (alat) sesuai perjanjian itu secara cicil selama 3 tahun, nilainya sekitar Rp7 miliar. Nanti setelah itu alatnya menjadi milik Pemkot.” Ungkap Chaerul.

Ia menjelaskan, selain mendongkrak PAD Kota Ternate yang tiap tahunnya tidak mencapai target, penggunaan alat digitalisasi itu juga mengurangi tingkat kebocoran retribusi.

“Dari hasil presentasi pihak ketiga potensi retribusi kita akan naik menjadi Rp15 miliar per tahun. Selama ini kan (hanya) Rp13 miliar.” Ucapnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kota Ternate, Nursida Mahmud menyampaikan pihaknya hanya fokus pada penyewaan alat yang nantinya dicicil Pemkot Ternate.

“Selama 3 tahun itu pendampingan sambil dicicil pembayaran alat itu. Alatnya itu banyak, sekitar 43 khusus di pasar.” Aku Nursida.

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel