Membaca Realitas

Pemprov Maluku Utara Masih Miliki Utang ke Pemkot Ternate Rp34 Miliar

Abdullah: Kita Harap Segera Disalurkan

 

TERNATE (kalesang) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara masih memiliki beban utang Dana Bagi Hasil (DBH) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate.

Dari total utang sebesar Rp39 miliar, pihak Pemprov baru merealisasikan Rp4,3 miliar di bulan Agustus 2023, artinya Pemprov masih memiliki utang sebesar kurang lebih Rp34 miliar.

“Sesuai dengan kesepakatan antara Pemprov dan Pemda kabupaten/kota utang di DBH itu mulai dibayarkan 1 Agustus 2023 sampai seterusnya.” Kata Plt Sekda Kota Ternate, Abdullah H. M. Saleh, Senin (9/10/2023).

“Utang DBH tahun 2021, 2022 baru dibayarkan Agustus 2023. September dan Oktober belum. Makanya kemarin kita hubungi agar secepatnya dibayarkan.” Tambah Abdullah.

Berdasarkan kesepakatan utang DBH kabupaten kota di Maluku Utara, lanjut Abdullah, akan dibayarkan di tiap bulannya, hanya hingga saat ini belum juga dibayarkan.

Baca Juga: Setahun Lebih Polisi Buru Terduga Penyebar Video Asusila di Ternate

Makanya, ia berharap utang DBH yang tersisa sebesar kurang lebih Rp34 miliar itu segera disalurkan, agar tidak mengganggu program kerja yang direncanakan oleh Pemkot Ternate.

“Kita berharap segera disalurkan, untuk alasannya nanti tanyakan ke pihak provinsi saja.” Pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir mengatakan, meskipun tidak secara langsung diselesaikan pembayaran DBH, namun hal itu tetap akan dibayarkan berdasarkan proposional nilai hutang.

“Bayarnya tidak sekaligus, per bulan ya. Jadi mulai Agustus ini kita sudah mulai bayar. Per bulannya kira-kira Rp25 milliar.” Kata Samsuddin usai Rapat Koordinasi Penyelesaian DBH Pajak Daerah Provinsi Maluku Utara pada Sabtu (29/7/2023).

Untuk utang DBH kabupaten/kota, dia menambahkan, secara keseluruhan berkisar Rp300 miliar sekian, yang telah dibayarkan senilai Rp70 miliar, dengan begitu menyisakan kurang lebih Rp250 miliar sekian.

“Ini kan kita mau bayar Rp125 miliar. Jadi sisa Rp125 miliar lagi yang mungkin kita akan dorong ke tahun berikutnya.” Tukasnya.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel