Membaca Realitas

Diduga Utang Ketua PDI-Perjuangan Kota Ternate Dibebankan ke Munira Sagaf

Munira: Merlisa Sangat Tega Ajukan Proses PAW

 

TERNATE (kalesang) – Pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Kota Ternate, Munira Sagaf dari Fraksi PDI-Perjuangan yang berlangsung pada Rabu (25/10/2023) itu dinilai tanpa dasar.

Pasalnya, Munira tidak menyangka Ketua DPC Partai Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Ternate, Merlisa Marsaoly begitu tega mengajukan pemberhentian kepadanya, padahal semasa Merlisa mencalonkan diri sebagai walikota periode 2019-2024 lalu, Munira termasuk kader yang militan dalam membantu Merlisa saat calon waktu itu.

“Saya ingat persis waktu itu Merlisa panggil saya dan jelaskan konsekuensi dari PAW, sehingga saya diminta untuk meminjam uang ratusan juta di beberapa pihak untuk membantu biaya kampanye dalam pemenangan Merlisa di tahun 2019 silam, dengan alasan nanti akan diganti setelah Pilwako selesai.” Kata Munira, Kamis (26/10/2023).

Setelah Pilwako selesai, lanjut Munira, ia sudah menjadi anggota DPRD, jadi dia mencoba menagih hutang yang dijanjikan oleh Merlisa. Namun alasan Merlisa karena sudah menggantikannya sebagai DPRD, maka hutang-hutang tersebut menjadi tanggung jawabnya, kebetulan Merlisa kalah telak dalam pertarungan Pilwako waktu itu.

Meski sudah ikhlas, Munira menjelaskan, selama menjadi anggota DPRD gaji yang seharunya diperoleh berkisar total Rp40 jutaan, namun karena menutup hutang Merlisa, akhirnya ia hanya menerima sebesar Rp8 juta per bulan selama tiga tahun 8 bulan.

“Karena sisanya sebagian besar digunakan ke pihak Bank dalam bentuk pinjaman pemotongan gaji DPRD untuk menutupi hutang Merlisa yang berkisar ratusan juta, dan ketika hutang Merlisa sudah dicicil lunas saat jatuh tempo di Bank di bulan Oktober 2023 ini, Merlisa sangat tega mengajukan proses PAW dengan dalil saya pindah partai.” Kesalnya.

Padahal, Munira menambahkan, awalnya ia tidak ada keinginan untuk pindah partai, namun karena proses PAW tetap berjalan, akhirnya bergabung dengan Partai Golkar untuk caleg Ternate Utara pada 2024 mendatang.

“Prinsipnya saya terima keputusan PDI-Perjuangan. Awalnya saya sudah tidak berniat mencalonkan di partai lain, saya harap PDI-P merubah keputusan melakukan PAW kepada saya, namun ternyata mereka tetap bersikeras tanpa memberi ruang dan waktu kepada saya. Tapi sudahlah jabatan itu semua hanya milik Allah.” Tandasnya.(tr-01)

 

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel