TERNATE (kalesang) – Benteng Nostra Senhora Del Rosario atau dikenal dengan nama Benteng Kastela di Kota Ternate, Maluku Utara mempunyai nilai pendidikan yang tinggi jika dilestarikan dan dimanfaatkan.
Hal tersebut disampaikan narasumber Tony Mambo dalam kegiatan ‘Sosialisasi Hasil Penyusunan Master Plan Kawasan Benteng Kastela’ di Ballroom Jati Hotel Ternate, pada Selasa (5/12/2023) pagi.
Menurut mantan Kepala BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut, Benteng Kastela mempunyai nilai pendidikan yang tinggi yang dapat diajarkan kepada generasi mendatang.
“Benteng Kastela ini boleh dibilang punya nilai pendidikan yang tinggi, jadi sangat bermanfaat untuk adik-adik kita baik SD, SMP, SMA, hingga ke mahasiswa.” Ujar Tony.
Artinya, lanjut dia, dengan adanya Benteng Kastela di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate itu bisa disampaikan nilai-nilai pentingnya ke generasi mendatang.
“Jadi kenapa sih, Ternate punya peran penting di zaman dulu, kok benteng tertua ada di Ternate? Kemudian banyak benteng-benteng di Ternate, dari situ tentu punya gambaran bahwa Ternate punya peran penting pada masanya dan itu perlu diketahui generasi atau anak-anak kita.” Ucapnya.
Untuk itu, kata dia, dalam pelestarian Benteng Kastela harus berkolaborasi dengan masyarakat maupun stakeholder, artinya jika masih ada lahan-lahan yang dapat dikembangkan, maka dikembangkan.
“Agar pelestarian itu tidak merugikan siapapun, masyarakat diuntungkan, kita semua diuntungkan.” Imbuhnya.
Dengan adanya sosialisasi master plan Benteng Kastela itu yang tentu dengan tujuan pengembangan, pelestarian, dan pemanfaatan Benteng Kastela di kemudian hari, diharapkan dapat dilakukan dengan benar.
“Master plan dibuat punya tujuan tertentu di kemudian hari salah satunya pelestarian yang diharapkan dilakukan dengan benar.” Harap Tony.
Sementara Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Maluku Utara, Kuswanto menambahkan, sosialisasi dilakukan pihaknya dengan tujuan untuk mendapat masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait Benteng Kastela.
Dia menyebutkan, dengan dilakukannya kegiatan tersebut, pihaknya tentu akan memulai atau merencanakan dengan melakukan pemugaran fisik dan pemberian informasi kepada masyarakat baik fisiknya maupun luas wilayah benteng tersebut.
“Tentu di dalam pengkajian harus melibatkan akademisi yang itu sudah kita lakukan sejak awal sesuai bidangnya masing-masing.” Pungkasnya.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
