TERNATE (kalesang) – Seorang kepala rumah tangga di Kelurahan Soa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, berinsial IT (48) diduga aniaya istrinya sampai babak belur hingga pingsan, Kamis (18/7/2024).
Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh ibu rumah tangga (IRT) berinisial RU (42) itu terjadi sekitar pukul 00:30 di Kelurahan Soa saat sang suami diduga telah terpengaruh oleh alkohol.
Kasus ini bermula ketika IT menelpon RU untuk datang ke rumah mereka. Pasalnya, mereka sudah berpisah selama tiga bulan dan RU sudah tinggal di sebuah indekos di Kelurahan Kota Baru. Saat korban sampai di rumah, pelaku bersama teman-temannya sedang mengkonsumsi minuman keras.
Karena ada masalah keluarga, seorang teman IT berinsial B berinsitaif untuk menyelesaikan masalah mereka dengan tujuan agar IT dan RU bisa sama-sama kembali hidup dalam satu rumah.
Sayangnya, IT yang sudah terpengaruh oleh alkohol itu tidak terima setelah RU menceritakan kalau dirinya sudah berulang kali diusir oleh IT dari rumah membuat IT naik pitam karena tidak terima kalau RU menceritakan masalah tersebut kepada temannya.
Dari situ, pertengkaran antara mereka mulai tidak terkendali sampai berujung penganiayaan. Dimana, RU dipukul di bagiaan mata kiri hingga memar. Tidak merasa puas, IT kembali memukul wajah bagian kanan RU juga.
Atas hal itu, RU mulai merontak-merontak dan berlari keluar dari kamar. Sialnya, IT berhasil mengejar RU sehingga mendorong RU hingga jatuh tersandar di kursi pelastik ruang tengah. Dari situ, amarah IT tidak lagi terkendali.
IT kembali mencekik leher RU sambil mengancam akan membunuh. Rupanya, di tangan IT sudah terdapat sebilah pisau. Lantaran merasa takut, RU kembali merontak. Sayanga, ia kembali dipukul di bagian belakang kepala hingga terjatuh tak sadarkan diri.
“Saat saya pingsan itu saya sudah tidak tahu apa-apa lagi. Ketika sadar saya sudah berada di dalam kamar. Tapi masalah tidak sampai di situ saja. Kami kembali bertengkar sekitar hampir setengah jam.” Kata RU kepada kalesang.id, Kamis (18/7/24).
Bukan merasa kasihan, IT kembali meramas mulut RU dan memukul secara berulang kali di bagian kepala dan wajah hingga bibir juga ikut pecah mengeluarkan darah. Bahkan, Saat itu posisi IT sudah berada di atas perut RU sehingga RU tidak bisa berbuat apa-apa.
Namun karena takut akan dibunuh, RU bersikeras untuk merontak dan berhasil menendang dada IT hingga terlempar. Merasa punya kesempatan, RU mulai mengambil tasnya untuk keluar dari kamar. Rupanya niat baik RU pergi dari rumah itu tidak diindahkan oleh IT.
Lagi-lagi, IT kembali mendorong RU sampai terjatuh di atas tempat tidur. Di situ, IT secara membabi buta memukul RU menggunakan kipas anggin hingga rusak. Melihat kipas angin sudah rusak, IT kembali mengambil kursi pelastik dan memukul seluruh tubuh RU sampai kursi tersebut juga ikut patah.
“Di situ saya sudah memohon kepada IT untuk kastinggal saya sudah, jangan siksa saya lagi. Saat itu seluruh badan saya sudah gemetaran.” Ucap RU sambil mengeluarkan air mata.
Lantaran kejadian tersebut sudah berulangkali dirasakan oleh RU sehingga ia lantas mengambil keputusan mendatangi Polres Ternate bersama adiknya untuk mengadukan laporan terkait kekerasan yang dialaminya itu.
Terpisah, Kasi Humas Polres Ternate, AKP Umar Kombong saat dikonfirmasi kalesang.id membenarkan adanya pengaduan terkait dugaan kasus KDRT tersebut.
“Laporan terkait kasus tersebut sudah kami terima, bahkan korban juga sudah divisum. Selanjutnya kita akan lakukan penyeledikian.” Tandasnya.
Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Yunita Kaunar
