Membaca Realitas

Ruang Terbuka Hijau di Kampus Unkhair II Ternate

Karya ilmiah

 

Oleh: Darwin Abdusamad
(Mahasiswa Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Unkhair)

Ruang terbuka hijau (RHT) merupakan area memanjang atau jalur dan mengelompok yang penggunannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam (UU No.26 Tahun 2007 tentang penataan ruang). RTH menyedian banyak layanan ekosistem seperti menyaring udara dan mengurangi polusi udara, meredam kebisingan, meningkatkan infiltrasi air dan mengisi ulang air tanah, menyediakan makanan, menopang, kehidupan satwa liar, meningkatkan kesehatan manusia, menciptakan naungan dan meningkatkan kenyamanan termal (Villeneuve, et al., 2012).

Kenyamanan termal dinyatakan sebagai rasa panas atau dingin yang dirasakan oleh tubuh manusia dan wujud respon dari sensor perasa yang terdapat pada kulit terhadap stimuli suhu yang ada di sekitarnya. Sensor perasa berperan menyampaikan informasi rangsangan rasa kepada otak dimana otak akan memberikan perintah kepada bagian-bagian tubuh tertentu agar melakukan antisipasi guna mempertahankan suhu tubuh agar tetap berada pada sekitar 37oC, hal ini diperlukan agar organ dalam tubuh dapat menjalankan fungsinya secara baik (Karyono, 2016).

Sangkertadi (2013) mendefinisikan kenyamanan adalah suatu keadaan dimana manusia merasakan dan menyatakan setuju dengan kondisi lingkungan di suatu tempat. Kenyamanan termal secara umum merupakan perasaan yang nyaman dengan keadaan termal yang ada di lingkungan sekitar tubuh.

Situasi klimatik seperti suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin yang merupakan bagian-bagian dari iklim mikro, iklim mikro merupakan kondisi iklim pada suatu ruang yang sangat terbatas, tetapi komponen iklim ini penting artinya bagi kehidupan manusia, tumbuhan dan hewan, karena kondisi udara pada skala mikro ini yang akan berkontak langsung dan mempengaruhi secara langsung dengan mahluk-mahluk hidup tersebut (lek, Moniaga, dan Sangkertadi., 2014).

Vegetasi alami maupun buatan yang ditanam di suatu wilayah kampus dapat mempengaruhi tingkat produktivitas masyarakat (mahasiswa) karena mampu menghasilkan pemandangan yang indah dan sirkulasi udara yang baik. Program pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RHT) di kampus Unkhair II Ternate dengan tujuan menyediakan lingkungan nyaman dan aman sehingga mendukung kinerja dan aktivitas dosen dan mahasiswa.

Kampus Unkhair II Ternate memiliki ruang terbuka hijau yang berskala kawasan yang dimiliki oleh kampus dan dapat diakses oleh publik. Kampus Unkhair II memiliki banyak taman yang bisa diakses oleh warga masyarakat sekitar. Salah satu taman yang memiliki ruang terbuka hijau paling baik adalah RTH di depan Fakultas Sastra dan Fakultas Ekonomi

Penataan ruang adalah unsur utama dalam pembangunan dalam sebuah kawasan kampus dan merupakan alat untuk mengkoordinasikan pembangunan kampus secara berkelanjutan (Shani & Kurniawan, 2015). Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai yang terdapat di kampus unkhair II dapat digunakan sebagai indikator kondisi lingkungan yang baik (Hamdaningsih, Fandeli, & Baiquni, 2013).

Penataan ruang terbuka hijau kampus merupakan salah satu upaya perencanaan kampus dalam membatasi pembangunan secara berlebihan serta mengatasi dampak ekologis berbagai aktivitas manusia terkait gangguan proses alam pada lingkungan kampus (Shani & Kurniawan, 2015).

Ruang terbuka hijau (RTH) pada kampus unkhair II bermanfaat secara ekologis, antara lain mengurangi polusi udara dan memperbaiki sistem tata air kampus (Nugradi, 2009). Bentuk dan susunan ruang terbuka hijau merupakan kombinasi antara ekologis, planologis dan manajemen pemerintahan dengan uraian sebagai berikut: (Supriyatno,2009).

  1. Fungsi ekologi Ruang terbuka hijau merupakan paru-paru dari sebuah tempat atau wilayah. Tumbuhan atau tanaman dapat menyerap karbondioksida (CO2), menjadi resapan air, memberikan keteduhan dan kesejukan serta mampu meredam kebisingan.
  2. Fungsi sosial dan budaya Ruang terbuka hijau bisa menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa dalam melakukan kegiatan seperti, berdiskusi, membaca buku dan bisa juga menjadi tempat bersilaturahmi antar mahasiswa atau dosen sekitar.
  3. Fungsi estetika Adanya ruang terbuka hijau mampu memberikan keindahan pada kampus unkhair II ternate.
  4. Fungsi Pendidikan Ruang terbuka hijau bisa dimanfaatkan untuk mengenal satwa-satwa dan tanaman yang ada di dalamnya. mahasiswa bisa belajar menghargai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya yang ada di lingkunganya dengan menjaga kelestarian alam di sekitarnya.
  5. Fungsi ekonomis Di area ruang terbuka hijau bisa ditata dan dikelola dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan secara ekonomi menjadi tempat wisata.

Dari fungsi ruang terbuka hijau banyak manfaat yang dapat diambil diantaranya (Anonim, 2010): Manfaat secara langsung yang bisa dirasakan oleh pengguna ruang terbuka hijau adalah keindahan dan memberikan rasa nyaman pada mahasiswa.
Manfaat tidak langsung atau jangka panjang diantaranya adalah ruang terbuka hijau pembersih udara yang sangat efektif, mampu memelihara ketersediaan air tanah dan merupakan tempat pelestarian fungsi lingkungan seperti flora dan fauna. (*)