Membaca Realitas

Cerita Sekretaris PPP Sebelum Mubin A Wahid Meninggal Dalam Kecelakaan Speedboat Benny Laos

Kalesang – Ketua DPW PPP Maluku Utara Mubin A Wahid meninggal dunia dalam insiden terbakarnya Speedboat Bela 72 di Desa Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Sebelum kecelakaan terjadi, Mubin A Wahid sempat tanya keadaan kampanye Calon Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang berlangsung di seputaran Kabupaten Halmahera Selatan.

“Saya kan waktu itu berada di tim 02 (Sarbin Sehe) berkampanye di sekitar Halmahera Selatan, tepatnya di Desa Geti Lama. Setelah saya selesai berorasi kampanye, berikutnya giliran Pak Rahmi. Setelah itu saya bergeser cari signal.” Cerita Sekretaris DPW PPP Maluku Utara, Arif Abd Rahim saat berbincang dengan kalesang.id, Senin (13/10/2024).

Arif menceritakan, beberapa saat setelah dirinya mendapat signal, masuk telepon dari almarhum Ketua DPW PPP Maluku Utara, Mubin A Wahid.

“Beliau kontak saya duluan. Beliau biasa panggil saya dengan sebutan Ko Ai untuk menghormati saya sebagai senior. Beliau tanya, bagaimana keadaan di situ, terus saya jawab, baik. Beliau kembali tanya, Ko Ai sekarang sudah titik ke berapa. Lalu saya bilang sekarang sudah di titik 80 atau desa ke-80.” Ungkap Arif.

BACA JUGA: Ketua DPW PPP Maluku Utara Meninggal Dunia dalam Insiden Terbakarnya Speedboat Bela 72

Arif kemudian melanjutkan, tak berlangsung lama, Ketua DPC PPP Kabupaten Pulau Taliabu menelpon dengan panggilan video call. Kala itu, kata Arif, Ketua DPC PPP Kabupaten Pulau Taliabu sempat memberitahu bahwa dalam speedboat itu terdapat Mubin A Wahid dan Benny Laos yang kala itu mengalami kecelakaan.

BACA JUGA: Sempat Pingsan, Wakil Ketua DPRD Kota Ternate Anas U Malik Meninggal Dunia

“Begitu saya dengar informasi itu, saya lihat speedboat-nya langsung meledak terbakar. Saya kaget. Lalu saya dengan Pak Rahmi sama-sama menunggu informasi selanjutnya.” Katanya.

BACA JUGA: Sosok Benny Laos di Mata Menteri Sandiaga Salahuddin Uno

“Beberapa menit kemudian kami dapat informasi ada korban Ibu Ester Tantri meninggal, dan beberapa korban lainnya. Setelahnya saya kembali dikabari Ketua DPC PPP Taliabu bahwa Ketua sudah berpulang. Di situ saya merasa kehilangan.” Aku Arif.

Menurutnya, sosok almarhum Mubin A Wahid merupakan pemimpin yang banyak disukai terutama di internal PPP.

“Almarhum orang baik. Saya sangat bersyukur dengan kepemimpinan beliau, apapun keputusan selalu beliau tanyakan dulu kepada saya. Bagaimana keputusan ini, benar atau salah? Itu yang saya anggap kepemimpinan beliau layak untuk dipertahankan.” Ungkapnya.

“Insya Allah perjuangan beliau kami tetap dan akan terus lanjutkan. Beliau juga sampaikan harus maju terus.” Tutur Arif mengakhiri.

Reporter: Rahmat 

Editor: Redaksi