Diduga Upaya Intimidasi, Intel Brimob Polda Malut Datangi Kantor WALHI di Tengah Malam
Kalesang – Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara di Ternate didatangi lima orang yang diduga merupakan intel dari Brimob Polda Maluku Utara pada Senin malam, 14 Juli 2025, sekitar pukul 23.45 WIT. Kedatangan mereka berlangsung hanya beberapa jam setelah WALHI bersama perwakilan warga Kawasi menggelar aksi protes di Studio 6 XXI Jatiland Mall. Aksi tersebut dilakukan dalam rangka menolak pemutaran film dokumenter berjudul Ngomi O Obi, yang diproduksi oleh TV Tempo dan PT Harita.
Direktur WALHI Maluku Utara Faizal Ratuela, dalam konfrensi persnya pada Selasa (15/6/2025), mengaku para intel tersebut menanyakan maksud dan tujuan aksi yang dilakukan pada sore harinya.
Namun karena waktu kedatangan dianggap tidak wajar—di luar jam operasional kantor dan nyaris tengah malam—mereka diminta untuk kembali pada jam kerja esok hari.
Perdebatan pun sempat terjadi antara dugaan intel Brimob dan anggota WALHI yang berjaga. Pihak intel menyebut kedatangan mereka sebagai bentuk silaturahmi, namun pihak WALHI mempertanyakan etika berkunjung yang dilakukan hampir pada tengah malam.
“Kedatangan para intel ini diduga kuat sebagai bentuk intimidasi dan tekanan terhadap WALHI Maluku Utara, menyusul aksi protes yang dilakukan sebelumnya,” ungkapnya.
Selain itu, hal ini dinilai sebagai upaya untuk meredam potensi aksi lanjutan saat pemutaran film yang sama di Gedung Rektorat Universitas Khairun pada hari ini.
Faizal mengatakan, dugaan tersebut diperkuat dengan beredarnya pesan melalui aplikasi WhatsApp yang memuat laporan dari PS. Kasi Intelmob Polda Maluku Utara kepada Dansat Brimob Polda Maluku Utara.
“Dalam pesan itu, disebutkan bahwa kedatangan intel dilakukan atas arahan atasan dan berkaitan langsung dengan aksi protes yang terjadi”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polda Maluku Utara terkait insiden tersebut.
