Membaca Realitas

Tiongkok Serap 95 Persen Ekspor Maluku Utara, Nilai Tembus US$11,6 Miliar

TERNATE,Kalesang – Nilai ekspor Provinsi Maluku Utara sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mengalami lonjakan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, mencatat nilai ekspor mencapai US$11.684,80 juta, meningkat 37,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar US$8.478,34 juta.

Statistisi Ahli Madya BPS Maluku Utara, Evida Karismati, melalui data resmi yang digimpun Kalesang.id Selasa (2/12/2025), mengatakan bahwa kinerja ekspor Maluku Utara pada 2025 menunjukkan tren yang sangat positif, terutama ditopang sektor industri logam.

“Selama Januari sampai Oktober 2025, seluruh komoditas utama ekspor Maluku Utara mengalami peningkatan nilai ekspor dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor besi baja dan nikel masih menjadi motor utama penggerak ekspor daerah,” ujar Evida.

Baca Juga : NTP Maluku Utara Turun 1,13 Persen pada November 2025, Hortikultura Jadi Penyumbang Terbesar

Baca Juga : Inflasi Maluku Utara Naik 1,13 Persen pada November, Dipicu Tarif Pesawat dan Harga Ikan

Secara bulanan, ekspor Maluku Utara pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$1.149,51 juta, atau naik 31,09 persen dibandingkan Oktober 2024.

Berdasarkan data BPS, peningkatan nilai ekspor tertinggi selama Januari–Oktober 2025 berasal dari komoditas:

Besi dan Baja (HS 72) meningkat US$2.218,01 juta atau naik 41,89 persen, Nikel (HS 75) naik US$855,47 juta atau 31,51 persen, Logam Dasar Lainnya (HS 81) meningkat US$120,68 juta atau melonjak 1.520,18 persen, Bahan Kimia Anorganik (HS 28) naik US$13,54 juta atau 2,98 persen Kayu dan Barang dari Kayu (HS 44) meningkat US$2,58 juta atau 79,91 persen.

Evida menjelaskan bahwa tiga komoditas utama, yakni Besi dan Baja, Nikel, serta Bahan Kimia Anorganik, memberikan kontribusi sangat dominan terhadap total ekspor.

“Selama Januari–Oktober 2025, ekspor dari tiga golongan barang tersebut menyumbang 98,85 persen terhadap total ekspor Maluku Utara, dengan pertumbuhan mencapai 36,48 persen dibandingkan tahun 2024,” jelasnya.

Tiongkok Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar Maluku Utara selama Januari–Oktober 2025 dengan nilai mencapai US$11.122,27 juta atau 95,19 persen dari total ekspor.

Negara tujuan lainnya antara lain:

  • Jepang sebesar US$217,08 juta (1,86 persen),
  • India sebesar US$217,03 juta (1,86 persen),
  • Korea Selatan sebesar US$67,57 juta (0,58 persen),
  • Belanda sebesar US$43,12 juta (0,37 persen),
  • dan Taiwan sebesar US$17,74 juta (0,15 persen).

Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok adalah Besi dan Baja (HS 72) serta Nikel (HS 75). Pada Oktober 2025 saja, nilai ekspor Maluku Utara ke Tiongkok mencapai US$1.079,16 juta.

Secara kumulatif, peningkatan nilai ekspor ke negara tujuan utama dipicu oleh, Tiongkok naik US$3.080,86 juta (38,31 persen), Jepang naik US$213,86 juta (6.622,53 persen), India naik US$43,09 juta (24,77 persen), Belanda naik US$15,95 juta (58,70 persen), Korea Selatan naik US$2,37 juta (3,63 persen).

Sementara itu, ekspor ke Taiwan justru mengalami penurunan sebesar US$54,19 juta atau turun 75,34 persen.

“Dominasi ekspor ke Tiongkok masih sangat kuat, sejalan dengan besarnya permintaan terhadap komoditas logam, khususnya nikel dan besi baja dari Maluku Utara,” tutup Evida.