TERNATE, Kalesang – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, meresmikan Kantor OJK Provinsi Maluku Utara (Malut), berlansung di Bala Hotel Ternate. Selasa (9/12/2025).
Dalam peresmian tersebut, Mahendra, menegaskan bahwa kehadiran kantor baru ini merupakan bentuk komitmen OJK untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sektor jasa keuangan.
Dalam sambutannya, Mahendra menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Malut, jajaran pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang mendukung pendirian kantor tersebut. Ia mengatakan, keberadaan OJK di Malut akan membuat implementasi kebijakan keuangan menjadi lebih responsif dan sesuai kebutuhan daerah.
“OJK di Maluku Utara harus menjadi institusi yang memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Mahendra juga menyoroti laju pertumbuhan ekonomi Malut yang tergolong tertinggi secara nasional, ditopang sektor pertambangan, pengolahan, serta ekspor. Menurutnya, potensi besar tersebut harus dibarengi peningkatan kesejahteraan dan inklusivitas, terutama bagi UMKM, nelayan, dan sektor produktif lainnya.
Dorong Penguatan Sektor Keuangan Daerah
Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU PPT, dan Daerah OJK, Bambang Mukti Riyadi, menyebut peresmian Kantor OJK Malut sebagai tonggak penting bagi penguatan sektor jasa keuangan di wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan, tingkat inklusi keuangan Malut telah mencapai 81,04 persen. Namun literasi keuangan baru berada pada angka 49,35 persen berdasarkan SNLKI 2022.
“Ini menunjukkan pemanfaatan produk keuangan cukup tinggi, tetapi pemahaman masyarakat masih perlu diperkuat. Di sinilah peran OJK dalam edukasi, pendampingan, dan perlindungan konsumen,” tegasnya.
Bambang menambahkan, pendirian Kantor OJK Malut juga didorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 39,10 persen pada triwulan III-2025. Saat ini, Malut ditunjang oleh keberadaan 17 bank umum, 5 BPR/BPRS, 14 perusahaan pembiayaan, serta lembaga keuangan lainnya. Penyaluran kredit mencapai Rp16,17 triliun atau tumbuh 8,94 persen pada periode yang sama.
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, menyampaikan apresiasi atas hadirnya kantor OJK di wilayahnya.
Ia menyebut keberadaan OJK sebagai “kehormatan bagi masyarakat Maluku Utara.”ungkapnya.
Sherly mengatakan, kantor baru ini akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan literasi keuangan, memperkuat perlindungan konsumen, dan menyediakan ruang resmi bagi masyarakat untuk bertanya atau melapor terkait layanan keuangan.
Ia juga menyinggung berbagai kasus masa lalu seperti investasi bodong, kasus Karapoto, pinjaman online ilegal, hingga jebakan fintech yang merugikan warga. “Sekarang masyarakat tahu ke mana harus bertanya dan melapor,” ujarnya.
Meski pertumbuhan ekonomi Malut tertinggi di Indonesia pada kuartal III, Sherly menilai manfaatnya belum sepenuhnya inklusif. Pemerintah daerah kini mendorong penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM melalui program seperti optimalisasi 41 cold storage, Kampung Nelayan Merah Putih, bantuan alat tangkap, serta skema KUR nelayan tanpa kolateral melalui pola off-taker.
