TERNATE, Kalesang – Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Ternate Tahun 2025, Kegiatan yang digelar di Royal Resto itu menjadi momentum penguatan sinergi dan komunikasi lintas umat beragama di Kota Ternate.Rabu (17/12/2025).
Rakor dihadiri Sekretaris Kota Ternate Rizal Marsaoly, Ketua FKUB Kota Ternate Thamrin Husain sebagai pemateri, serta unsur tokoh agama dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Nasri menegaskan bahwa Ternate memiliki sejarah panjang sebagai kota terbuka yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan anugerah yang harus terus dijaga dan dirawat bersama sebagai kekuatan pembangunan daerah.
“Keberagaman adalah modal sosial kita. Jika dirawat dengan baik, ia menjadi energi positif untuk membangun Ternate yang damai dan maju,” ujar Nasri.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Nasri menilai peran FKUB semakin strategis dalam menjaga suasana kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati agar seluruh rangkaian perayaan keagamaan dapat berlangsung aman, damai, dan khidmat.
“Momentum Natal dan Tahun Baru harus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai kasih, perdamaian, dan persaudaraan lintas iman. Nilai-nilai ini adalah fondasi penting bagi persatuan dan keharmonisan di Kota Ternate,” katanya.
Ia menambahkan, FKUB tidak hanya berfungsi sebagai wadah dialog antarumat beragama, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.
Rakor FKUB, lanjut Nasri, menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam merawat kerukunan umat beragama di tengah dinamika sosial, perkembangan teknologi informasi, dan arus globalisasi.
Pemerintah Kota Ternate, kata Nasri, berkomitmen untuk terus mendukung peran FKUB dalam menciptakan kehidupan beragama yang rukun, damai, dan saling menghormati sebagai fondasi stabilitas daerah dan pembangunan berkelanjutan.
