Hadapi Nataru PELNI Ternate Deviasi Rute Kapal dan Beri Diskon Tiket
TERNATE, Kalesang – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ternate mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik di wilayah Maluku Utara.
Kepala Cabang PELNI Ternate, M. Lutfi Israr Sutan, mengatakan salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan deviasi rute sejumlah kapal besar, seperti KM Labobar dan KM Sinabung, untuk mengakomodasi tingginya permintaan perjalanan laut.
“Beberapa kapal yang sebelumnya tidak masuk Ternate kini dilakukan deviasi rute. Salah satunya KM Labobar yang dijadwalkan masuk pada 24 Desember dari Ambon menuju Bitung. Ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, terutama mahasiswa dan warga yang berlibur dari Ambon ke Ternate,” ujar Lutfi, Rabu (17/12/2025).

Selain itu, PELNI juga menyesuaikan rute KM Sinabung untuk melayani arus balik pada 10 Januari 2026 dengan lintasan Ternate–Ambon–Sorong.
Lutfi mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap angkutan laut selama periode Nataru cukup tinggi. Bahkan, tiket KM Tatamailau untuk keberangkatan 18 Desember 2025 dengan rute Bitung–Ambon telah habis terjual sejak dua hari sebelumnya.
“Kapasitas kapal terbatas sekitar seribu penumpang dan kuota juga dibagi dengan Pelabuhan Bitung. Saat ini tiket sudah terpenuhi dan penjualan kami hentikan,” jelasnya.
Untuk menghindari antrean panjang dan meningkatkan transparansi, PELNI terus mengedukasi masyarakat agar membeli tiket secara non-tunai melalui aplikasi PELNI Mobile, layanan perbankan digital seperti Livin’ by Mandiri, BRImo, dan BCA, serta jaringan ritel Indomaret dan Alfamidi.
“Kami arahkan masyarakat ke sistem cashless. Jika kuota di sistem sudah habis, otomatis tertutup. Ini lebih transparan dan memberikan kenyamanan bagi calon penumpang,” tambah Lutfi.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah, PELNI juga memberikan diskon stimulus tiket hasil kerja sama dengan Kementerian Perhubungan. Potongan harga tersebut berlaku otomatis melalui sistem untuk periode keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Dari sisi keselamatan, Lutfi menegaskan seluruh armada yang mendapat dispensasi kapasitas telah melalui pemeriksaan ketat atau ramp check.
“Seluruh alat keselamatan dicek langsung oleh pihak berwenang. Surat Keselamatan Kapal (SKKP) harus dipastikan terpenuhi sebelum kapal berlayar,” tegasnya.
Saat ini, PELNI Ternate juga telah berkoordinasi dengan KSOP Kelas II Ternate dan Pelindo melalui pembentukan Posko Nataru sejak 15 Desember 2025.
“Posko tersebut berfungsi memantau kelancaran proses embarkasi dan debarkasi penumpang di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate agar tetap aman dan terkendali,” pungkasnya.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Redaktur : Yunita Kaunar
