Membaca Realitas

30 Dokter FKIK Unkhair Resmi Diambil Sumpah, Rektor Tekankan Etika dan Pengabdian

TERNATE, Kalesang — Sebanyak 30 dokter muda Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun (FKIK Unkhair) resmi diambil sumpah profesi dokter Periode XII Tahap I Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi pengambilan sumpah berlangsung di Gamalama Ballroom Bella International Hotel, Ternate, Sabtu (17/1/2026) kemarin.

Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, menegaskan bahwa sumpah dokter merupakan tonggak penting dalam perjalanan kemanusiaan para lulusan. Menurutnya, momentum tersebut tidak sekadar menandai berakhirnya tahapan akademik, tetapi juga awal pengabdian sebagai tenaga medis yang menjunjung tinggi etika dan nilai kemanusiaan.

“Pengambilan sumpah dokter adalah kontrak moral seumur hidup untuk menjunjung nilai kemanusiaan, menjaga integritas profesi, serta mengutamakan keselamatan pasien,” ujar Prof. Abdullah.

Pada periode ini, FKIK Unkhair meluluskan 30 dokter yang terdiri dari 22 perempuan dan 8 laki-laki. Sebanyak 22 lulusan meraih predikat sangat memuaskan, sementara 8 lulusan lainnya berpredikat memuaskan.

Rektor menyebutkan, hingga Periode XII, total alumni dokter Unkhair telah mencapai 134 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Keberagaman asal daerah lulusan tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap Unkhair sebagai institusi pendidikan kedokteran di kawasan Timur Indonesia.

“Unkhair terus berkomitmen memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran melalui penguatan pendidikan klinik, riset kesehatan berbasis kebutuhan daerah, serta pengembangan rumah sakit pendidikan Universitas Khairun,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Maluku Utara Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Dr. Fachrudin Tukoboya, mengapresiasi peran FKIK Unkhair yang sejak 2016 konsisten melahirkan dokter-dokter baru untuk daerah.

Ia menilai kehadiran lulusan dokter Unkhair sangat penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Maluku Utara, terutama di wilayah kepulauan.

“Profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan. Dibutuhkan kesiapan mengabdi di wilayah terpencil, terluar, dan kepulauan dengan semangat melayani tanpa membedakan lokasi tugas,” ungkapnya.

Rangkaian prosesi pengambilan sumpah diawali dengan pembacaan Keputusan Rektor tentang yudisium lulusan oleh dr. Eko Sudarmo DP., S.PPD, dilanjutkan pembacaan janji sumpah dokter oleh Dekan FKIK Unkhair, dr. Liasari Armaijn, M.Kes. Acara ditutup dengan penyematan jas dokter oleh Rektor Unkhair sebagai tanda resmi pengukuhan para dokter baru.