Membaca Realitas

Harga Pangan Bergejolak di Pasar Gamalama, Pedagang Soroti Peran TPID

TERNATE, Kalesang – Memasuki pekan keempat ppJanuari 2026, harga sejumlah komoditas bahan pokok di Pasar Tradisional Gamalama, Kota Ternate, terpantau mengalami fluktuasi harta. Selasa (27/1/2026).

Kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas bawang merah dan tomat, sementara harga rica (cabai) keriting justru mengalami penurunan tajam.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga bawang merah yang sebelumnya sempat turun kini kembali merangkak naik.

Amsir, salah satu pedagang di Pasar Gamalama, menyebutkan bawang merah asal Manado saat ini dijual dengan harga Rp37.000 per kilogram.

“Bawang merah naik sekarang. Sebelum Desember dia sempat turun, tapi sekarang naik lagi. Kalau yang dari Manado sebelumnya cuma Rp28.000 per kilo, sekarang sudah Rp37.000,” ujar Amsir.

Pedagang lainnya, Atala, menambahkan bahwa untuk kualitas tertentu, harga bawang merah bahkan bisa lebih tinggi di tingkat pengecer.

“Di sini bawang merah ada yang sampai Rp65.000 per kilo untuk kualitas bagus. Kalau bawang putih masih stabil di angka Rp50.000 per kilo sejak lama,” ungkap Atala.

Selain bawang merah, harga tomat juga mengalami kenaikan. Tomat yang sebelumnya dijual Rp10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp15.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasokan dari wilayah Sulawesi Utara.

“Tomat sekarang naik lagi jadi Rp15.000, sebelumnya Rp10.000. Kalau lemon masih bertahan di harga Rp20.000 per kilo,” tambah Amsir.

Di sisi lain, melimpahnya stok rica keriting akibat panen raya membuat harganya anjlok hingga Rp15.000 per kilogram. Kondisi ini dikeluhkan pedagang karena dinilai kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Amsir menyoroti peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Perdagangan yang menurutnya lebih aktif saat harga pangan melonjak, namun kurang responsif ketika harga jatuh.

“Ini jadi masalah, pemerintah seperti mata satu. Begitu barang mahal, mereka turun bikin pasar murah dan panggil distributor untuk tekan harga. Tapi kalau barang jatuh seperti rica keriting sekarang, mereka lepas tangan, tidak ada penanggulangan,” kritiknya.

Menurutnya, pengawasan dan intervensi harga seharusnya dilakukan secara berimbang, baik saat harga tinggi yang memberatkan konsumen maupun saat harga jatuh yang merugikan petani dan pedagang.

Meski terjadi fluktuasi pada sejumlah komoditas, Amsir dan Atala memastikan pasokan bahan pangan dari Manado ke Ternate hingga kini masih tergolong aman dan masuk setiap hari.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar