Kolaborasi Pemprov Malut dan BRI, Nelayan Bisa Akses KUR Tanpa Agunan
TERNATE, Kalesang – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mempercepat kemandirian ekonomi nelayan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kepala Cabang BRI Ternate, Agus Arsyad, mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, yang mendorong pembiayaan perbankan untuk pengadaan armada tangkap nelayan, khususnya bodi kapal.
“Semangat kita sama, bagaimana membangun daerah ini menjadi jauh lebih baik. Itu membutuhkan partner, dan bank hadir untuk melayani,” ujar Agus, Jumat (6/2/2026).
Agus menjelaskan, salah satu keunggulan KUR adalah kemudahan akses bagi nelayan kecil. Untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, BRI tidak mensyaratkan adanya jaminan atau agunan tambahan.
“Kalau di bawah Rp100 juta tidak ada jaminan. Syaratnya cukup data pribadi seperti KTP, Kartu Keluarga, buku nikah, NIB atau Surat Keterangan Usaha, serta NPWP bagi pengajuan di atas Rp50 juta,” jelasnya.
Menanggapi keluhan nelayan terkait besaran angsuran bulanan, Agus menegaskan bahwa nominal cicilan bersifat fleksibel, menyesuaikan plafon pinjaman dan jangka waktu yang dipilih. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya rekam jejak kredit calon debitur.
“Kendala biasanya ada di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Karena terintegrasi di seluruh bank, calon debitur harus bersih dari masalah kredit sebelumnya,” tambahnya.
BRI juga memastikan jangkauan layanan hingga wilayah terpencil di Maluku Utara. Infrastruktur layanan perbankan BRI, kata Agus, telah menjangkau Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu, termasuk melalui Agen Brilink dan layanan Teras Kapal untuk daerah yang sulit diakses.
“Kenapa BRI? Karena kami hadir sampai pulau-pulau terjauh. Kami juga menyiapkan layanan BRImo agar nelayan bisa bertransaksi tanpa harus datang ke kantor cabang,” tuturnya.
Meski kolaborasi ini didorong oleh pemerintah daerah, Agus menegaskan bahwa pilihan tetap berada di tangan nelayan. Tujuan utama sinergi tersebut adalah mendorong pertumbuhan usaha masyarakat pesisir agar lebih mandiri dan sejahtera.
“Harapan kami, melalui KUR ini usaha nelayan semakin berkembang, kesejahteraan meningkat, dan kemandirian ekonomi bisa terwujud lewat kolaborasi erat dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
