Konsumsi Air Meningkat Selama Ramadan, Perumda Ake Gaale Terapkan Sistem Gilir di Kawasan Ketinggian
TERNATE, Kalesang – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Gaale memastikan pelayanan distribusi air bersih kepada pelanggan di Kota Ternate tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Namun, peningkatan konsumsi air pada waktu-waktu tertentu membuat pihak perusahaan melakukan penyesuaian teknis, terutama bagi pelanggan yang berada di kawasan ketinggian.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Ake Gaale, Abdullah Bandang, mengatakan bahwa selama Ramadan terjadi perubahan pola penggunaan air oleh masyarakat. Jika pada hari biasa konsumsi air pada malam hari cenderung rendah, selama Ramadan justru meningkat tajam sejak waktu berbuka puasa hingga menjelang sahur.
“Pelayanan tetap berjalan selama Ramadan dan Idulfitri. Hanya saja, pola pemakaian air berubah. Biasanya malam hari hampir tidak ada pemakaian, sekarang mulai dari waktu berbuka sampai menjelang sahur penggunaan air sangat tinggi,” ujar Abdullah, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, tantangan distribusi umumnya terjadi pada wilayah yang berada di dataran tinggi. Hal tersebut dipengaruhi oleh sistem distribusi air di Kota Ternate yang masih mengandalkan sistem gravitasi.
Dalam sistem tersebut, air terlebih dahulu ditampung pada reservoar di titik paling tinggi sebelum dialirkan ke wilayah yang lebih rendah, lalu kembali naik menuju area tertentu. Kondisi ini membuat distribusi air terkadang tidak merata ketika konsumsi meningkat secara bersamaan.
“Sistem kita menggunakan gravitasi. Air ditampung di reservoar paling tinggi, kemudian dialirkan ke daerah rendah dan selanjutnya naik lagi. Kadang masyarakat di bawah sudah menggunakan air, sementara yang di atas baru mendapatkan,” jelasnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Perumda Ake Gaale menerapkan sistem pembagian waktu distribusi atau giliran bagi pelanggan di wilayah ketinggian. Sistem ini dilakukan agar tekanan air dapat menjangkau seluruh pelanggan secara merata.
“Di daerah ketinggian kita berlakukan sistem bagi waktu. Ada yang mendapatkan giliran dua hari atau tiga hari sekali. Ini perlu diketahui masyarakat bahwa ada sistem giliran, karena tidak mungkin semua wilayah atas menerima air secara bersamaan,” tambah Abdullah.
Meski demikian, Abdullah memastikan ketersediaan sumber air secara keseluruhan masih dalam kondisi aman. Pihaknya terus berupaya menjaga pasokan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi.
Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan distribusi di wilayah tertentu, Perumda Ake Gaale juga menyiagakan armada mobil tangki untuk membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat.
“Ketersediaan air sejauh ini masih aman. Kami juga menyiagakan mobil tangki untuk membantu aktivitas masyarakat yang meningkat selama bulan Ramadan,” pungkasnya.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
