Harga Pangan Berangsur Stabil, Cabai Turun Signifikan
TERNATE, Kalesang – Pergerakan harga hasil bumi di sejumlah pasar tradisional di Ternate, mulai menunjukkan tren stabil setelah sebelumnya melonjak menjelang Idulfitri.
Sejumlah komoditas utama seperti cabai dan sayuran terpantau mengalami penurunan harga, meski beberapa bahan pokok lainnya masih bertahan tinggi.
Berdasarkan pantauan di pasar tradisional Kota Ternate, Senin (30/3/2026) harga bawang merah justru mengalami kenaikan menjadi Rp90.000 per kilogram dari sebelumnya Rp80.000. Sementara itu, bawang putih turun menjadi Rp50.000 per kilogram dari Rp55.000.
Komoditas cabai mencatat penurunan cukup signifikan. Cabai nona kini dijual Rp120.000 per kilogram, turun drastis dari Rp180.000. Cabai rawit juga berada di kisaran Rp120.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat berfluktuasi tajam. Adapun cabai keriting masih bertahan di harga Rp70.000 per kilogram.
Untuk komoditas sayuran, sebagian besar mengalami penurunan harga. Tomat turun menjadi Rp15.000 dari Rp20.000 per kilogram. Wortel juga turun ke Rp24.000 dari Rp30.000, sementara kol menjadi Rp12.000 dari Rp14.000 per kilogram. Sawi dan kentang relatif stabil, masing-masing di harga Rp20.000 dan Rp30.000 per kilogram. Lemon ikan juga terpantau stabil di harga Rp15.000 per kilogram.
Seorang pedagang sayur di Pasar Bastiong Halima, mengatakan penurunan harga dipengaruhi oleh mulai lancarnya distribusi pasokan pasca-Lebaran.
“Sekarang barang sudah mulai banyak masuk, jadi harga turun. Waktu sebelum Lebaran itu susah dapat barang, makanya mahal,” ujarnya.
Namun demikian, ia menyebut harga bawang merah masih tinggi karena pasokan dari daerah penghasil belum sepenuhnya pulih.
“Kalau bawang merah memang masih mahal, karena stoknya belum banyak seperti biasanya,” katanya.
Di sisi lain, pembeli mengaku mulai terbantu dengan turunnya harga sejumlah kebutuhan dapur.
Seorang warga Karlira, menyebut kondisi ini cukup meringankan pengeluaran harian.
“Alhamdulillah cabai sudah turun, kemarin mahal sekali. Sekarang belanja sudah agak ringan, walaupun bawang masih mahal,” ungkapnya.
Meski belum sepenuhnya stabil, tren penurunan harga pada sejumlah komoditas ini diharapkan terus berlanjut seiring membaiknya distribusi dan pasokan dari daerah sentra produksi. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memantau kondisi pasar guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
