Membaca Realitas

Nelayan Loleo Nikmati Peningkatan Hasil Tangkap Berkat Bantuan Rompong

Halteng Kalesang — Aktivitas perikanan di Desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan, menunjukkan tren positif sepanjang awal 2026. Kelompok Penerima Manfaat (KPM) demplot setempat mencatat peningkatan hasil tangkapan sejak memanfaatkan sarana rompong sebagai alat bantu penangkapan ikan.

Ketua Kelompok Demplot, Badrin Samin, mengungkapkan bahwa nelayan mulai merasakan peningkatan hasil sejak Februari 2026. Dalam sebulan, total tangkapan mencapai sekitar 600 kilogram dari empat kali melaut. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran rompong yang membantu mengumpulkan ikan di satu titik.

“Penangkapan ikan kami sesuaikan dengan kondisi cuaca di laut. Namun sejak adanya rompong, hasil tangkapan menjadi lebih stabil dan meningkat,” ujarnya.

Selama periode Februari hingga April 2026, total tangkapan ikan jenis madidihang dan cakalang tercatat mencapai 1.088 kilogram. Hasil tersebut diperoleh dari beberapa kali aktivitas penangkapan dengan capaian yang bervariasi di setiap perjalanan.

Badrin menambahkan, kontribusi masing-masing anggota kelompok juga cukup signifikan dalam mendongkrak total produksi.

Bendahara kelompok, Basir La Adi, menegaskan bahwa bantuan dua unit rompong melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) sangat membantu nelayan dalam meningkatkan produktivitas.

“Keberadaan alat tersebut membuat ikan lebih mudah ditemukan karena berkumpul di satu titik tertentu,” kata Basir, Minggu (13/4/2026).

Sementara itu, Koordinator Kabupaten Program TEKAD Halmahera Tengah, Ataki Ismail, menilai wilayah laut Halmahera Tengah memiliki potensi besar yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut dukungan pemerintah melalui pengadaan rompong merupakan langkah strategis untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

“Potensi perikanan di Halmahera Tengah sangat melimpah. Dengan adanya fasilitas seperti rompong, nelayan dapat lebih mudah menangkap ikan sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan kelompok nelayan di Desa Loleo dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat pesisir lainnya dalam mengembangkan sektor perikanan secara berkelanjutan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu mendorong peningkatan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya laut daerah.