Pemkot Ternate Pastikan Pasokan BBM Subsidi Masih Terkendali di Tengah Isu Kelangkaan Solar
Sofifi, Kalesang – Di tengah keluhan kelangkaan BBM subsidi jenis Biosolar di sejumlah wilayah Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate memastikan kondisi pasokan di daerahnya masih berada dalam kategori aman dan belum mengalami gangguan distribusi.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, usai menghadiri rapat koordinasi teknis yang membahas persoalan distribusi BBM subsidi bersama BPH Migas, Pertamina, pemerintah daerah, organisasi angkutan, serta pengelola SPBU di Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin (18/5/2026).
Dalam rapat tersebut, perhatian utama tertuju pada persoalan keterbatasan pasokan Biosolar yang dikeluhkan para sopir angkutan lintas kabupaten/kota di wilayah Halmahera. Selain itu, tingginya harga Dexlite juga menjadi salah satu isu yang dibahas.
Meski sejumlah daerah mulai merasakan dampak keterbatasan BBM subsidi, Nasri menegaskan situasi di Kota Ternate masih stabil.
Baca Juga:
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Nobar Pesta Babi Digelar di Kawasi, Warga Sebut Film Dekat dengan Realitas Lingkar Tambang
Menurutnya, distribusi Pertalite maupun Biosolar masih berlangsung normal dan kebutuhan masyarakat sejauh ini dapat terpenuhi.
“Untuk Kota Ternate kondisinya masih aman. Distribusi berjalan seperti biasa dan stok BBM subsidi tersedia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak BPH Migas telah menerima berbagai usulan terkait kebutuhan BBM subsidi di Maluku Utara. Usulan tersebut akan dikaji sebagai bahan pertimbangan untuk kemungkinan penambahan kuota distribusi.
“Sejumlah SPBU juga mulai melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan penyaluran Biosolar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Ternate berharap ada penyesuaian kuota BBM subsidi untuk wilayah Ternate sehingga pasokan tetap terjaga, terutama menghadapi kebutuhan dalam beberapa bulan mendatang.
“Langkah ini dinilai penting agar distribusi BBM tidak terganggu dan aktivitas masyarakat maupun sektor transportasi tetap berjalan normal,” tandasnya.
