STIKMAH Tobelo Hadirkan Peluang Kuliah dengan Beasiswa bagi Putra-Putri Maluku Utara
Tobelo, Kalesang – Sekolah Tinggi Kesehatan Makariwo Halmahera (STIKMAH) Tobelo resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kampus kesehatan yang telah terakreditasi baik tersebut menawarkan enam program studi guna mencetak tenaga kesehatan profesional di Maluku Utara dan kawasan timur Indonesia.
Enam program studi yang dibuka meliputi D3 Farmasi, D3 Kebidanan, S1 Kebidanan, S1 Keperawatan, Profesi Bidan, dan Profesi Ners.
Penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan dalam empat gelombang, yakni Gelombang I pada Februari–Maret, Gelombang II Mei–Juni, Gelombang III Juli–Agustus, dan Gelombang IV pada September 2026.
Ketua Yayasan Medika Mandiri, Henderina Maengkom, mengatakan calon mahasiswa juga berkesempatan memperoleh berbagai program beasiswa, mulai dari beasiswa Pemerintah Provinsi Maluku Utara, KIP Kuliah, hingga beasiswa dari Yayasan Medika Mandiri.
Menurutnya, program beasiswa tersebut diharapkan dapat membantu putra-putri daerah yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang diploma maupun sarjana.
“Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, STIKMAH memasuki usia ke-21 sejak berdiri pada 2006. Lulusan kami telah tersebar di berbagai wilayah di Maluku Utara maupun luar daerah, seperti Manado, Papua, dan daerah lainnya. Banyak alumni yang telah bekerja di berbagai instansi kesehatan, termasuk Dinas Kesehatan di Halmahera Utara dan wilayah sekitarnya,” ujar Henderina, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, Program Studi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan yang telah berjalan selama dua tahun merupakan program studi pertama di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga bidan profesional, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Selain itu, STIKMAH juga berencana menambah program studi baru di bidang kesehatan, di antaranya Program Profesi Apoteker dan program lain yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan program studi sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan agar dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan siap bersaing,” katanya.
Henderina berharap penerimaan mahasiswa baru tahun ini dapat membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Maluku Utara untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan dan menjadi tenaga profesional di bidang farmasi, kebidanan, maupun keperawatan.
Ia menambahkan, prospek kerja lulusan bidang kesehatan masih sangat menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai daerah.
“Lulusan STIKMAH diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
