TERNATE, Kalesang — Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, menggelar edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah bagi kader Posyandu dan masyarakat di Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPBI), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ternate, kader Posyandu, serta Komunitas GAMALAMA (Gerakan Mama-Mama Peduli dan Cinta Rupiah).
Mengusung tema “Peran Kader & Masyarakat dalam Pencegahan Stunting Bersama Komunitas GAMALAMA”, kegiatan ini turut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu sekaligus Ketua TP-PKK Kota Ternate, Ny. Hj. Marliza M. Tauhid.
Program tersebut memadukan edukasi kebanksentralan, khususnya pemahaman dan kepedulian terhadap Rupiah, dengan upaya pencegahan stunting yang menjadi salah satu persoalan penting dalam kesehatan masyarakat.
Kader Posyandu dan para ibu di Pulau Hiri menjadi sasaran utama kegiatan karena dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan keluarga, memantau tumbuh kembang anak, sekaligus menyebarluaskan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan di lingkungan masyarakat.
Dalam sambutannya, Marliza menekankan pentingnya keterlibatan aktif kader Posyandu dan masyarakat untuk menyebarluaskan semangat Cinta, Bangga, Paham Rupiah, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui Posyandu.
Menurutnya, kader memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan keluarga, baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi.
“Melalui pemahaman CBP Rupiah, masyarakat difasilitasi untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga,” ujar Marliza.
Ia menjelaskan, pengelolaan keuangan rumah tangga yang terencana dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
Karena itu, kader Posyandu tidak hanya didorong untuk berperan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta mencegah risiko stunting. Mereka juga diharapkan dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing.
“Kolaborasi antara edukasi CBP Rupiah, literasi keuangan, dan pencegahan stunting tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah kepulauan,” beber Merliza.
Melalui keterlibatan kader dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kecamatan Pulau Hiri secara berkelanjutan.

