TERNATE, Kalesang — Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Khairun (Unkhair) melakukan asesmen psikologis terhadap 100 mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Asesmen tersebut berlangsung di Gedung SBSN Kampus II Unkhair, Ternate, Sabtu (12/9/2026), dengan melibatkan tim psikolog internal Universitas Khairun.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengikuti dua jenis tes, yakni Tes IQ dan Tes Kepribadian. Asesmen ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan kognitif serta karakteristik kepribadian masing-masing mahasiswa.
Kepala UPA BK Unkhair, Agustan Arifin, mengatakan asesmen menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memahami potensi dan kebutuhan mahasiswa sejak awal masa studi.
“Hal ini menjadi dasar dalam mengidentifikasi potensi, kebutuhan pengembangan diri, strategi belajar, penyesuaian akademik, serta perencanaan karier yang sesuai dengan karakteristik individu,” kata Agustan.
Menurutnya, hasil asesmen nantinya akan disampaikan kepada masing-masing mahasiswa melalui laporan konsultasi individu. Hasil tersebut juga dapat menjadi dasar bagi UPA BK untuk memberikan layanan konseling lanjutan bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan.
Agustan menjelaskan, pemetaan kemampuan dan karakter mahasiswa sejak dini tidak hanya membantu mahasiswa mengenali dirinya, tetapi juga mendukung perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan yang lebih tepat sasaran.
Upaya tersebut, kata dia, berkaitan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama dalam mendukung keberlanjutan studi mahasiswa.
Melalui pemetaan potensi dan kebutuhan mahasiswa, perguruan tinggi diharapkan dapat mengantisipasi berbagai kendala selama masa studi, menekan risiko mahasiswa berhenti kuliah, serta mendorong penyelesaian pendidikan tepat waktu.
Selain itu, hasil asesmen dapat menjadi bahan dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja, termasuk dalam menentukan arah pengembangan diri dan perencanaan karier.
Salah satu penerima KIP-K, Nur Aulia, mengaku mendapatkan manfaat dari asesmen yang diikutinya. Menurutnya, tes tersebut membantunya mengetahui gaya belajar yang lebih sesuai dengan dirinya sekaligus memberikan gambaran mengenai arah karier setelah menyelesaikan pendidikan.
“Lewat tes ini, saya jadi lebih tahu gaya belajar yang pas untuk saya dan arah karier setelah lulus nanti,” ujarnya.
UPA BK Unkhair juga berencana memperluas pelaksanaan asesmen psikologis kepada mahasiswa secara umum. Namun, waktu pelaksanaannya masih akan ditentukan kemudian.
Hasil asesmen diharapkan menjadi salah satu bahan bagi UPA BK Unkhair dalam menyusun program pendampingan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa. Dengan demikian, dukungan terhadap keberhasilan dan keberlanjutan studi mahasiswa dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.
Reporter : Airin
Editor : Caca
