Membaca Realitas
728×90 Ads

Belanja Capai Rp1.1 Triliun, Komitmen IWIP Tumbuh Bersama UMKM Lokal

Kehadiran kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Peluang tersebut tercermin dalam realisasi belanja IWIP kepada UMKM yang mencapai Rp1,1 triliun pada Kuartal II 2026. Sebanyak 77,6 persen dari nilai tersebut direalisasikan di wilayah Maluku Utara, menunjukkan besarnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam mendukung aktivitas ekonomi kawasan industri.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan peluang tersebut adalah Suhendra, pemilik CV Satu Tiga Berjaya, yang berada di Kota Ternate. Berawal dari usaha perorangan yang menjual ayam beku (frozen food), kini usahanya berkembang menjadi pemasok berbagai kebutuhan pangan, mulai dari makanan beku, daging, hingga hasil laut (seafood) untuk kawasan industri IWIP.

“Tahun 2021, saat IWIP sedang membutuhkan pemasok bahan pangan untuk operasional kawasan, saya mendapat kesempatan untuk menawarkan produk yang kami miliki. Dari situlah kemudian saya mendirikan CV Satu Tiga Berjaya dan menjadi mitra industri,” ujar Suhendra. Senin (19/10/2026).

Aktivitas Pemasokan CV. Satu Tiga Berjaya ke PT IWIP

Perjalanan tersebut tidak terlepas dari upayanya bangkit setelah mengalami kebangkrutan pada 2018. Ia kembali membangun usaha dari skala kecil, menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar, serta menjaga kualitas barang dan pelayanan kepada pelanggan.

Saat ini, CV Satu Tiga Berjaya memasok kebutuhan pangan ke IWIP sekitar 5–6 kali dalam seminggu. Setiap pengiriman melibatkan 2–3 mobil dengan kapasitas masing-masing 4–5 ton. Perkembangan usaha ini juga membuka lapangan kerja bagi 34 orang dari sejumlah wilayah di Maluku Utara, antara lain Ternate, Sanana, Jailolo, Makean, dan Weda, serta beberapa desa lainnya.

Suhendra berharap, peluang kemitraan dengan kawasan industri dapat semakin terbuka bagi UMKM lokal. Ia juga ingin menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai desa agar manfaat pertumbuhan usaha dapat dirasakan lebih luas.

“Harapan saya, ke depan semakin banyak UMKM dan mitra usaha lainnya yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan saling mendukung,” katanya.

General Manager External Relations IWIP, Yudhi Santoso, mengatakan bahwa pertumbuhan kawasan industri perlu berjalan beriringan dengan pengembangan ekosistem UMKM lokal.

“Industri tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada banyak kebutuhan dan peluang yang dapat melibatkan pelaku usaha lokal. Kami ingin keterlibatan UMKM lokal terus berkembang sehingga manfaat dari aktivitas industri dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di Maluku Utara,” ujar Yudhi.

Atas kontribusinya, CV Satu Tiga Berjaya juga menerima Best Local Community Impact Award dari IWIP dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam rangka Penanaman Modal pada 1 September 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dan kontribusi mitra usaha lokal dalam mendukung aktivitas kawasan industri.

Perjalanan Suhendra menunjukkan bagaimana peluang kemitraan dapat menjadi titik awal bagi UMKM untuk berkembang, memperluas usaha, dan menciptakan lapangan kerja.

“Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM di Maluku Utara yang dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan kawasan industri sekaligus mendorong kemajuan ekonomi daerah.” Tutup Yudhi.

Editor: Wendi Wambes

728×90 Ads