Membaca Realitas

Sepertinya Pemkot Tikep Tak Serius Urus Kerusakan Tanggul di Kelurahan Tuguwaji

TIDORE (kalesang) – Sepertinya Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara tidak terlalu serius mengurus kerusakan tanggul di Kelurahan Tuguwaji.

Buktinya, kerusakan tanggul yang sangat berdekatan dengan rumahnya Ade Ismail itu sudah pernah diperintahkan oleh Walikota Capten Ali Ibrahim untuk memperbaiki.

Mendengar hal itu, Ade Ismail bersama keluarganya sudah sangat senang. Sebab, jika tanggul itu tidak diperbaiki, maka rumah Ade Ismail sudah pasti terbawa oleh air.

Baca Juga: BPBD Tikep bakal Kerjakan Tanggul di Kelurahan Tuguwaji

Hanya saja, belum lama ini, pihak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tikep telah membatalkan pekerjaan pembangunan itu dengan alasan anggarannya tidak cukup.

Tentu pembatalan itu, membuat Ade Ismail bersama keluarganya begitu kecewa. Pada akhirnya, Ade Ismail pernah mengaku ingin memperbaiki tanggul itu menggunakan uang pribadi.

Baca Juga: Kalak BPBD Tikep: Pembatalan Tanggul Tuguwaji hanya Miskomunikasi

Namun, untuk memperbaiki tanggul di dekat rumahnya itu sangat membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Pada Rabu (17/8/2022), reporter kalesang.id bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Tikep, Ismail Dukomalamo untuk konfirmasi terkait masalah tersebut.

Ismail mengaku akan panggil Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tikep Muhammad Abubakar pada Kamis (18/8/2022) untuk bahas tindak lanjut tanggul di Kelurahan Tuguwaji.

“Besok saya akan panggil BPBD untuk tindak lanjut ini seperti apa.” Kata Ismail kepada kalesang.id, Rabu (17/8/2022).

Baca Juga: Ade Ismail Anggap Pemda Tikep Berikan Harapan Palsu

Orang nomor tiga Pemkot Tikep itu janji akan berkoordinasi dengan Walikota Capten Ali Ibrahim dan DPRD agar secepatnya tindak lanjut kerusakan tanggul yang mengancam salah satu rumah warga.

“Saya akan koordinasikan dengan pak wali dan juga DPRD agar melakukan kegiatan mendahului APBD-P, karena ini sifatnya darurat.” Pungkas Ismail.(tr-04)

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin

Redaktur: Junaidi Drakel