Membaca Realitas

Penjualan Pertalite di SPBU Pohea Terkesan Pilih Kasih

SANANA (kalesang) – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Pasti Prima Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara terkesan pilih kasih.

Bagaimana tidak, terdapat sejumlah warga yang keluhkan terkait pembelian di SPBU yang dikelola oleh PT. Munara Super Abadi. Berdasarkan informasi yang didapatkan, BBM yang diperuntukkan untuk nelayan itu harus menggunakan kartu tanda anggota nelayan.

Jika tidak miliki kartu, maka pasti mendapat jatah pembelian lebih sedikit dari orang yang memiliki kartu nelayan. Anehnya lagi, warga Desa Bajo mendapat jatah melebihi dari warga yang lain.

Direktur SPBU Pohea, Bhernad Ham menyatakan, BBM yang tersedia itu memang benar melayani nelayan dan warga yang memerlukan BBM.

Meskipun memiliki kartu nelayan, lanjutnya, tapi jatah yang mereka dapatkan memang terbatas. Karena menurutnya, stok yang diterima dari PT. Pertamina satu bulan sebanyak 90 ton, jumlah tersebut sangat tidak cukup dengan kebutuhan yang ada.

“Kalau stok yang ada sekarang saya pikir tidak cukup. Sebab terkadang sehari bisa menghabiskan sampai 3 ton. Jadi kami atur sebaik mungkin agar semua bisa dapat BBM. Stok BBM yang tersedia mulai dari Pertalite, Pertamax dan Dexlite.” Katanya.(tr-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel