Lewat Fashion Show, Rumah Tenun Puta Dino Tidore Perkenalkan Tuan Guru ke Masyarakat
TIDORE (kalesang) – Rumah tenun Puta Dino Kayangan Tidore perkenalkan motif baru dengan diberi nama Tuan Guru.
Alasan Puta Dino berikan motif mereka dengan nama Tuan Guru ini tujuannya untuk mengenang kisah Imam Abdullah bin Qadi Abdussalam yang diasingkan oleh Belanda di Afrika Selatan pada 1786 hingga 1791.
Perkenalan motif Tuan Guru ini, dilakukan dalam bentuk fashion show yang bertempat di jembatan Kesultanan Tidore, Kelurahan Soasio, Kecataman Tidore, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Kamis (6/10/2022).
“Gelaran ini dilaksanakan untuk mengenalkan Tuan Guru ke masyarakat luas, terutama anak-anak muda. Karena jarang sekali anak-anak muda tahu tentang Tuan Guru.” Kata Faunder Puta Dino Kayangan, Anita Gathmir kepada kalesang.id.
Anita mengatakan, waktu dirinya ke Afrika Selatan pada tahun 2017 bersama Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah dan Jou Jau Kesultanan Tidore M. Amin Faaroek, di masa Tuan Guru di dalam penjara, ia menulis sebuah Al-Quran.
“Tulisan tangan itu tidak ada kesalahan sama sekali dan saya telah melihatnya secara langsung.” Ujarnya.
Selain itu, Anita menambahkan, Tuan guru juga mendirikan sebuah masjid di Afrika Selatan yang diberi nama Masjid Auwal, yang artinya awal.
“Waktu saya diajak oleh keturunan Tuan Guru di Afrika ke tempat disimpannya peninggalan-peninggalan Tuan Guru, terdapat sebilah pedang dan tameng milik Tuan Guru.” Ungkap Anita.
Barang peninggalan ini, kata Anita, ia membuat sketsa gambar untuk dijadikan motif kain tenun Rumah Puta Dino sebagai media untuk menceritakan tentang Tuan Guru.
“Di situ kita gambarkan, ada pedang, ada tameng, kemudian Al Quran dan motif bulat-bulat. Kami beri nama motif Tuan Guru.” Bebernya.
Motif bulat-bulat itu, lanjut Anita, seperti buih yang menceritakan bagaimana jauhnya perjalanan pengasingan Tuan Guru ke Afrika Selatan.
“Sebenarnya Rumah Puta Dino Kayangan rencana di tahun ini melaksanakan fashion show kain bermotif Tuan Guru di Afrika, akan tetapi karena berhalangan, gelaran perdana dibikin di Tidore.” Terangnya.
Meskipun begitu, kata Anita, pihaknya tetap berencana untuk melaksanakan hal itu di Afrika pada tahun depan.
“Tahun depan kami akan mengenalkan Puta Dino dengan motif Tuan Guru ini di Afrika Selatan dan kami lakukan kerja sama dengan Dubes Afrika Selatan.” Tutupnya.
Diketahui, Imam Abdullah Ibn Qadi Abdussalam dikenal dengan nama Tuan Guru oleh kalangan muslim di Afrika Selatan. Ia adalah ulama asal Tidore yang diasingkan ke Kota Cape Town, Afrika Selatan oleh Belanda karena konsisten melakukan perlawanan terhadap penjajahan.
Tuan Guru sangat dihormati dan mendapatkan perhargaan sebagai pahlawan di tanah Afrika Selatan oleh Presiden Nelson Mandela. Ia lahir di Tidore pada tahun 1712 dan wafat dan dimakamkan di Afrika Selatan pada tahun 1807. Hingga kini beberapa keturunannya tinggal di Afrika Selatan.(tr-o4)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
