Gunakan Orang Lain Presentasi Pariwisata di Jakarta, Genpi: Apakah Generasi Sula Tidak Mampu?
SANANA (kalesang) – Generasi Pesona Indonesia (Genpi) kesal terhadap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara yang selalu menggunakan jasa orang lain untuk promosi wisata.
Buktinya, Disparbud Kepsul menggunakan jasa salah satu pegawai Pemerintah Provinsi Maluku Utara, yakni Kris untuk presentasi di Jakarta terkait dengan Tanjung Waka agar masuk sebagai Kalender Event Nasional (KEN). Padahal, banyak sekali generasi Sula yang memiliki potensi di bidang pariwisata.
Ketua Genpi Kepsul, Iksan Buamona mengatakan, apakah sudah tidak ada lagi orang Sula yang mampu untuk duduk mempersentasikan ikhwal pariwisata Sula, sehingga Disparbud harus prioritaskan pegawai dari daerah lain.
“Mengapa harus gunakan jasa pegawai Pemerinta Provinsi Maluku Utara yang sesungguhnya tidak dipakai di provinsi untuk persentasi terkait pariwisata. Apakah orang Sula begitu tidak mampu sehingga tidak bisa berbicara mewakili negerinya sendiri.” Tegasnya, Kamis (1/12/2022).
Track record orang ini, Iksan menambahkan, terbilang cukup luar biasa. Beliau adalah orang di balik pelaksanaan beberapa event di Kepsul yang memakan APBD cukup besar.
Orang yang bersangkutan ini, kata Iksan, selalu ada di hampir segala urusan kepariwisataan di Kepsul, termasuk yang paling bergengsi adalah pelaksanaan FTW 2021 dengan menelan anggaran Rp5 miliar.
“Kemudian, perjalanan mengikuti lomba masak di Ubud-Bali dengan anggaran puluhan juta rupiah dan perjalanan dinas luar negeri di Spanyol sekira Rp1 miliar.” Sesalnya.
“Dari kesemua event tersebut, tak ada satupun yang membuahkan keberhasilan dalam hal pengembalian anggaran daerah. Tak ada satupun dari tiga kegiatan tersebut memberikan kontribusi yang setimpal dengan anggaran yang dikeluarkan.” Sambung Aksan.
Untuk itu, Iksan meminta kepada DPRD Kepsul agar bisa mengontrol anggaran. Kalau tidk, maka DPRD kecolongan dalam pengawalan anggaran.
“Sehingga dinas terkait dengan seenaknya saja melakukan perjalan dinas ke luar negeri.” Pintanya.
Sementara Plt. Kepala Disparbud Kepsul, Kamaludin Drakel menuturkan, dirinya tetap menerima semua orang terkait dengan promosi pariwisata di Kepulauan Sula.
“Kalau soal itu saya tidak mau menanggapi. Karena sekarang saya hanya mau kerja, bukan menanggapi hal-hal yang nantinya menjadi perdebatan. Tapi jujur saja, yang saat ini saya inginkan itu, bagi siapa saja maupun orang dari mana pun saya terima.” Katanya.
Kendati demikian, Kamaludin meminta agar semua pihak yang ingin terlibat untuk membantu mengembangkan pariwisata di Kepulauan Sula.
“Saya tidak ingin menanggapi hal-hal di media sosial itu, karena jangan sampai melebar panjang.” Tandasnya.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
