Membaca Realitas

Kisah Anak Petani yang Lulus Cumlaude dengan IPK 3.97

TERNATE (kalesang) – Banyak yang beranggapan anak seorang petani tak bisa mengenyam pendidikan tinggi. Namun, mahasiswi Universitas Muhamadiyah jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar berhasil membuat senyum bangga diwajah orang tuanya.

Perempuan yang akrab disapa Aisah ini merupakan anak dari seorang petani di Subaim, Halmahera Timur, Maluku Utara. Ia berhasil lulus dengan predikat Cumlaude  IPK 3.97 pada wisuda angkatan XXV tahun akademik 2022/2023.

Ia bercerita, ayahnya hanya seorang petani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Pendapatan ayahnya dalam sebulan hanya untuk kebutuhan keluarga. Namun, hal inilah yang menjadi semangatnya agar menyelesaikan studi lebih cepat.

“Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan studi tepat waktu dengan predikat yang dianggap semua orang terbaik.” Ungkapnya, Senin (12/12/2022).

Aisah bilang, sejak mengenyam pendidikan awal masuk di universitas baginya bukanlah hal yang mudah. Ia pernah mengalami kesulitan saat keinginannya menjadi seorang perawat tak terwujud dan banting setir masuk ke ilmu pendidikan.

Karena keterbatasan ekonomi orang tua, ia terpaksa menuruti semua keputusan mereka. Ia kemudian mendapat dukungan dari dosen maupun teman-teman hingga akhirnya bisa menyelesaikan studi akhir dengan lulusan terbaik.

Sejak kuliah Aisah mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia (BI), beasiswa ini sangat membantunya untuk membiayai studi.

Menjadi lulusan terbaik, kata perempuan kelahiran tahun 2000 ini merupakan beban cukup berat baginya kedepan, karena tanggung jawab lebih besar lagi, apalagi ia harus memberikan contoh bagi generasi yang akan datang.

“Saya juga tidak menyangka menjadi salah satu dari sekian banyak mahasiswa, saya juga bisa mencapai nilai terbaik.” Katanya.

Ia juga menambahkan, walaupun ekonomi sulit, bukan suatu halangan baginya untuk berproses di organisasi seperti Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM).

Ia berharap kedepannya anak muda lebih baik, kreatif agar berguna bagi nusa dan bangsa. Karena memperoleh nilai yang tinggi itu saja tidak cukup, jika tidak diimplementasikan ke masyarakat.

“Semoga kampus Universitas Muhamadiyah kedepanya lebih menghasilkan generasi yang cerdas dan mampu bersaing dengan universitas lain.”Harapnya. (tr-04)

 

 

Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Wawan Kurniawan